To Mommy from Heaven
September 11th, 2007 by dsaelanMy Hi Libby,
I found this lovely poem in the internet. I guess this would be similar to what you want to say to mommy…
Mommy, don’t cry, ’cause God is holding my hand
My Hi Libby,
I found this lovely poem in the internet. I guess this would be similar to what you want to say to mommy…
Dear Libby ,
How was your Saturday night liv ? what did you usually do in heaven on Saturday night ? hari minggu nih Liv, biasa masih males-malesan, belum pada mandi, ayah udah langsung ke depan laptop bikin surat untuk kamu. Ayah sedang ingat sama orang-orang yang saat ini sedang bersedih,minggu lalu ayahnya Oom Bombom meninggal dunia, keliatannya dia sedih walaupun cukup tabah, waktu ayah telepon (pastilah sedih ya liv ditinggal orang yang dicintai). ayah cuma ingin ngingetin bahwa setelah kesedihan pasti ada kebahagiaan, tetapi sebaliknya juga, setelah kebahagiaan pasti ada kesedihan. Makanya, ketika orang sedang tertawa terbahak-bahak dia musti ingat untuk membatasi diri karena suatu saat dia pasti akan menangis tersedu-sedu..sebaliknya orang yang sedang menangis tersedu-sedu sebaiknya jangan terlalu bersedih karena suatu saat pasti ada masa membahagiakan yang bisa membuat dia tertawa. Hidup memang seperti roda yang selalu bergerak kadang kita di atas, kadang kita di bawah, kadang kita bahagia, kadang kita sedih.
Ada pepatah bule yang bunyi “What goes up must come down” yang artinya kita tidak akan pernah bisa selalu berada di atas, kita tidak akan pernah bisa selalu bahagia. Ada lagi pepatah yang mengatakan bahwa setelah tanjakan pasti akan ada turunan, tidak mungkin tidak. Seperti kita sedang naik gunung, pasti suatu saat pasti kita harus turun, segimana pun kita senangnya berada di puncak gunung suatu saat kan kita harus turun juga dari puncak gunung. Seperti ketika kamu naik pesawat, naik ke atas, suatu saat kan harus turun dan mendarat juga….so nggak ada yang permanen di atas dan nggak ada yang permanen di bawah cuma kadang kadang kita nggak merasa kita sudah di atas, yang sering kan kita ngerasa nya masiiih di bawah terus…nggak ke atas-keatas..
Pepatah-pepatah itu menyadarkan kita untuk selalu sadar bahwa kehidupan itu kadang ada di atas dan kadang di bawah. Yang paling penting adalah kita harus tahu apa yang harus dilakukan ketika sedang di atas, yaitu bersyukur dan apa yang harus dilakukan ketika sedang di bawah, yaitu bersabar. It’s always easier said than done, but we just try very hard.
Still and will still miss you…
Ayah dicky
Hi sweetheart !
How have you been, honey ?? been long time since the last time I sent a letter to you… I have just had a chat with Tante olla and Oom Mono, liv.. I’m sure you remember Tante Olla ya ? we went to Veda’s birthday in Bandung long time ago and occasionally we met tante Olla’s family. They were telling me that they just had their 10th years wedding anniversary and they’re planning to go for a second honeymoon…. Really nice ya liv. Mommy and I have never had a honeymoon (at least an official one, he he he) since I have to start working in Unilever right away from the marriage day. Really good to see that their family seems very much happy after 10 years of marriage…
That chat reminded me of my marriage. mommy and I also had married for more than 10 years (unfortunately we didn’t really celebrate our 10th anniversary, on December 7, 2006. shame on me !!). But I feel really blessed with our marriage, I have a beautiful wife that always supporting me whenever, wherever,…I’m blessed with one beautiful angel and two beautiful princesses. Mommy is the best wife a man can have… she’s been supporting me for better and for worse, she’s always there beside me. I remember when we started our family, I was just a management trainee in Unilever, I didn’t have anything at that time. I was sent to Surabaya for my traineeship. I asked mommy to come along to Surabaya and left her work in Bank Universal. Without complain mommy accompanied me wherever I was stationed, even in Probolinggo where we had to stay in 2X2.5 rooms behind state penetiary for three months, stayed in small dark hotel room in Pamekasan Madura during puasa for two weeks. All we had at that time was lots of love and an old company car, Katana, without air cond. and radio tape… every weekend we went to Surabaya, in a hot temperature without air cond, without music…so we always singing together all the way to Surabaya from Probolinggo in sweat running all over our body… ha ha ha…she never complained despite she come from much more fortunate family than me, knowing her dad is a general in the army…she also the one who kept me alive when you left us and went home to heaven, liv…. she was very-very strong and continuously reminded me that life must go on, that I still have adelle to take care and develop…without her I’d be already buried somewhere by now.
During our 10 years marriage of course there are fights between us, but it’s very-very minor and we never keep our fight more than 2 days…we forgive and we forget. I guess the key to our relationship is we take and give, we compromise, we really try to understand each other, we open to each other. We are grateful for what we have. For some people, 10 years may be is still a short period of time, for some others may be it’s too long already … but for me, for sure 10 years is still too short, I’m looking forward to having another 50 years of togetherness and happiness. I’m grateful to Allah SWT for sending me the best woman who is the mother of all my children and develop them into beautiful children. (Thank you shaney for the most beautiful 10 years….)
Gotta go liv, we’ll talk again later okay
lots of loves
ayah dicky
Dear Sweetheart,
Selamat malam my dear…Apa kabar, liv ? baru tiga hari yang lalu ayah kirim surat untuk kamu, tapi rasanya kok ayah udah kangen lagi ya liv…nggak tahu nih, tiba-tiba ayah kepikiran ingin nulis ke kamu mengenai perpisahan. Sebuah perpisahan bisa terjadi untuk selamanya atau untuk sementara… yang pasti sesuatu yang bermula pasti berakhir (something with the beginning must have an end)… sebuah pertemuan pasti ada perpisahannya… ini adalah merupakan hukum alam… sesuatu yang inevitable. Sesuatu yang tidak bisa ditolak, seberapa pun kuatnya kita berusaha… ayah sudah mengalami perpisahan yang paling berat untuk ayah, perpisahan dengan kamu… mustinya dari awal ayah sudah menyadari bahwa pertemuan pertama dengan kamu pada tanggal 25 April 1998 jam 00.19 am, suatu saat pasti ada perpisahannya… ayah sama sekali tidak menyadari hal itu sampai waktu perpisahan tersebut datang pada tanggal 29 April 2003 jam 10.15 am.
Banyak pertemuan dan perpisahan yang sudah ayah alami dalam hidup ayah yang masih singkat ini liv… yang namanya perpisahan tidak selalu merupakan akhir memang, karena dalam banyak hal, perpisahan itu hanya merupakan sesuatu yang sementara…mungkin ada pertemuan lagi di waktu yang lain… who knows.. nobody knows… contohnya kita bertemu dengan sahabat waktu sekolah, ketika sekolah selesai, mau tidak mau kita akan berpisah.. mungkin untuk sementara, mungkin untuk selamanya..mungkin kita bertemu lagi, mungkin tidak pernah bertemu lagi untuk selamanya dengan sahabat kita tersebut… nobody knows…tapi perpisahan itu pasti akan terjadi..pasti !!
Wa willy, dan keluarganya akan pindah ke London , pastinya ketika hal itu terjadi merupakan perpisahan untuk keluarga kita dengan keluarga dia, perpisahan kamu dengan laras… mungkin kita akan bertemu lagi, mungkin tidak…mudah-mudahan kita bisa bertemu lagi dengan mereka.. sedih ?? pasti lah…biasanya kita sering ketemu, sering ngobrol, sering curhat, sering main, dll, tiba-tiba tidak ada di sekitar kita.. pasti sedih kan ….ketika kita berpisah dengan teman saja sedihnya bisa luar biasa…
Yang sangat menakutkan untuk ayah adalah kita tidak akan pernah tahu kapan perpisahan itu akan terjadi…kita juga tidak akan pernah tahu apakah kita akan bertemu lagi atau tidak…ayah sangat takut untuk menghadapi perpisahan dengan mommy, perpisahan dengan adelle, perpisahan dengan aliyya, perpisahan dengan aki, dengan nini, dengan saudara-saudara, dengan teman-teman, dengan sahabat…. namun, sekuat apa pun kita berusaha untuk mencegah, perpisahan itu pasti akan datang juga.. kita cuma tidak tahu kapan akan terjadi atau bagaimana itu akan terjadi… ayah cuma bisa berdoa bahwa pertemuan ini bisa berlangsung lama. Dan selama pertemuan ini masih ada, ayah akan mensyukurinya, akan berusaha menikmatinya dengan sepenuh hati, I will really cherish it,…because when it happened.. ketika perpisahan itu harus terjadi juga, kita tidak akan bisa menghalanginya , kita tidak pernah tahu apakah kita akan bisa bertemu lagi…will things be the same when we meet again ?? or even before that, will we meet again ?? we don’t know.
Setelah ayah berpisah dengan kamu, paling tidak ayah sekarang sadar bahwa perpisahan dalam setiap pertemuan pasti akan terjadi…. pasti !! suatu saat….tidak tahu kapan, tidak tahu bagaimana…ayah berdoa sekarang untuk bisa selama mungkin bertemu, berkumpul, berteman,..tapi ketika perpisahan itu terjadi, ayah berdoa agar ayah diberi kesabaran untuk menghadapinya karena life must go on…. sedih ?? pasti, but I have to get up and continue living, karena ayah sadar bahwa perpisahan pasti terjadi dalam sebuah pertemuan…ayah juga berharap siapa pun yang membaca surat ayah ini menyadari bahwa setiap pertemuan pasti ada perpisahannya…. so, be grateful, enjoy it, cherish it, while it lasts… cause the end will inevitably come…sooner or later
See you again, Libby…. someday, somewhere, somehow…Nggak tahu, liv… I really don’t know….
Lots of loves
Ayah dicky
Hi Sweetie,
mau tidur nggak jadi nih.. ya udah ayah bikin satu surat lagi deh buat kamu. sebenernya ayah cuma ingin share khotbah nikah yang di buat dan dibacakan oleh Aki ketika eci nikah dulu…menurut ayah, bagus banget deh liv.. sebenernya ayah pengen banget bisa bacain khotbah nikah yang sama ini ketika ayah menikahkan kamu, adelle, atau aliyya.. ayah berdoa masih diberikan kesempatan untuk bisa menikahkan adelle dan aliyya, someday.. so i can read this lovely notes… here goes… agak panjang sih liv, tapi nggak apa-apa ya liv
Setelah kami menyampaikan doa iftitah dan kutipan darri Al-Qur’an yang menyerukan agar kita selalu bertaqwa kepada Allah SWT dan jangan kita mati kecuali dalam keadaan sebagai Muslim, maka perkenankanlah kami menyampaikan terima kasih atas kehadiran ibu-ibu, bapak-bapak dan sdr2 sekalian di mesjid yang mulia ini untuk menjadi saksi perkawinan anak kami, Kathy Dewi Ratna Mukti Saelan,SH dengan putra tertua Bapak/Ibu Surandi, Fery Susetyo Ekopurnomo,ST yang akan dilangsungkan beberapa menit mendatang. Peristiwa yang akan kita saksikan ini adalah peristiwa yang besar, dan peristiwa yang luar biasa, bukan saja dalam pandangan kami orangtua dan keluarga Kathy dan Fery, tetapi juga luar biasa dan besar dalam pandangan Allah SWT.Begitu besar, istimewa dan luar biasanya peristiwa ini karena Allah SWT dalam Al-Qur’anul Karim menyebut akad nikah sebagai mitsaqon gholidha yang artinya perjanjian yang besar, perjanjian yang berat atau perjanjian yang agung.Tiga kali kata mitsaqon gholidha disebut dalam Al-Qur’an yakni pertama, ketika Allah SWT membuat perjanjian dengan para Nabi yakni dengan Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Isa dan Nabi Muhammad SAW. (QS 33 ayat 7). Kedua, ketika Allah SWT mengangkat Gunung atau Bukit Thur ke atas kepalka bani Israil dan memerintahkan mereka agar bersumpah setia di hadapan Allah (QS 4:154). Dan ketiga, ketika Allah SWT menyatakan hubungan pernikahan semacam ini. Jadi dengan bukti-bukti itu, kita bisa mengatakan bahwa perjanjian pernikahan yang segera akan kita saksikan ini sama tingginya atau sama derajatnya dengan perjanjian Allah dengan para Nabi dan sama dahsyatnya dengan perjanjian bangsa Israil yang menyatakan akan bersumpah setia pada Allah SWT dengan Gunung Thursina bergantung di atas kepala mereka .
Peristiwa akad nikah memang dahsyat sebab peristiwa ini tidak hanya sekedar disaksikan oleh orangtua kedua calon pengantin tetapi juga disaksikan oleh kaum keluarga, sahabat dan kerabat dekat, dan terlebih-lebih lagi disaksikan juga oleh para malaikat di langit yang tinggi dan oleh Allah SWT, penguasa alam semesta. Karena itu, bila anak kami berdua, Kathy dan Fery, setelah peristiwa ini kemudian menyia-nyiakan perkawinan ini, atau menceraiberaikan ikatan yang sudah terbuhul erat ini, atau memutuskan janji yang sudah terpateri ini maka anak kami Kathy dan Fery, bukan saja harus bertanggungjawab kepada kami yang orangtua Kathy dan Fery, tetapi juga harus bertanggungjawab kepada semua yang berada di sini sekarang, dan terutama bertanggungjawab kepada Allah SWT,
Allah Robbul Alamin sesuai dengan sabda Rasulullah SAW: "Laki-laki adalah pemimpin di tengah-tengah keluarganya dan ia harus mempertanggungjawabkan kepemimpinannya itu. Wanita adalah pemimpin di rumah suaminya dan ia harus mempertanggungjawabkan kepemimpinannya." (HR Bukhari-Muslim) Mengapa Allah dan Rasul-Nya mewasiatkan agar kita memelihara akad nikah yang suci itu ? Mengapa suami-isteri harus mempertanggungjawabkan peran yang dilaksanakan mereka di hadapan Allah ? Jawabannya sederhana; karena Allah tahu bahwa kebahagiaan dan penderitaan manusia sangat bergantung pada hubungan mereka dengan orang-orang yang dicintai mereka yakni dengan keluarganya. "Bila di dunia ini ada surga,"kata Marie van Ebner –Esebach, "maka surga itu ialah pernikahan yang berbahagia." Tetapi, bila di dunia ini ada nereka maka neraka itu adalah pernikahan yang gagal. Karena itulah, Islam dengan penuh perhatian dan secara detail telah mengatur urusan rumah tangga. Sebuah ayat pernah diturunkan Alllah dari langit hanya untuk mengatur urusan pernikahan antara Zainab dengan Zaid ibnu Haritsah, dan sebuah surat dalam Al-Qur’an turun untuk mengatur urusan rumah tangga kaum Muslimin di dunia.
Anakku Kathy, ananda Fery, Ibu-ibu, Bapak-bapak dan sdr2 sekalian,
Ribuan tahun yang silam di Padang Arafah, di hadapan ribuan umat Islam generasi pertama, Rasulullah SAW menyampaikan khotbah perpisahan yang antara lain berbunyi:"Wahai manusia, takutlah kepada Allah akan urusan wanita. Sesungguhnya kamu telah mengambil mereka sebagai istri dengan amanat Allah. Kami halalkan kehormatan mereka dengan kalimah Allah. Sesungguhnya kalian mempunyai hak atas isterimu, dan isterimu pun mempunyai hak atas kamu. Ketahuilah, aku wasiatkan kepada kalian untuk berbuat baik terhadap isteri kalian. Mereka adalah penolong kalian. Mereka tidak memilih apa-apa untuk dirinya, dan kamu pun tidak memilih apa-apa dari diri mereka selain itu. Jika mereka patuh kepadamu, janganlah kamu berbuat aniaya terhadap mereka." (HR Muslim dan Turmudzi).
Bapak-bapak, ibu-ibu-ibu dan Sdr2 sekalian,
Kini izinkanlah kami untuk pertama-tama mengelaborasi wasiat Rasulullah itu kepada Ananda Ferry Susetyo Ekopurnomo,ST, yang akan menikahi anak kami, Kathy Dewi Ratna Mukti Saelan:
Pagi ini berkat ni’mat dan inayah Allah SWT, ananda sampai pada saat yang paling indah, paling bahagia tetapi mungkin juga paling mendebarkan dalam kehidupan ananda. Ini saat yang paling indah sebab mulai saat ini cinta ananda tidak lagi berbentuk khayalan atau impian. Ini saat paling membahagiakan sebab akhirnya ananda berhasil mendampingi perempuan yang ananda cintai. Ini saat yang paling mendebarkan sebab mulai saat ini ananda memikul amanat Allah untuk menjadi pemimpin keluarga. Kalau pada saat ini dada ananda berguncang, darah ananda berdebar dan suara ananda bergetar, itu adalah pertanda ananda tengah memasuki babak baru dalam kehidupan ananda. Sebab, sampai kemarin, ananda adalah manusia bebas yang boleh pergi sesuka ananda. Tetapi sejak pagi ini, bila ananda belum juga pulang ke tempat tinggal ananda setelah larut malam, maka di rumah itu akan ada seorang perempuan yang tidak akan bisa tidur karena mencemaskan ananda. Dan perempuan itu adalah anak kami yang kemungkinan ia pun kemudian akan mengontak kami hingga kami pun akan ikut mencemaskan ananda.
Sejak hari ini, bila berhari-hari ananda tidak pulang dari kantor atau dari tugas di luar kota tanpa pemberitahuan sebelumnya, maka di kamar ananda kini akan ada seorang perempuan lembut yang akan membasahi bantalnya dengan linangan air mata. Jika dahulu dan malahan sampai kemarin, bila ananda mendapat kedukaan, kesedihan atau kesusahan, ananda mungkin hanya mendapat ucapan turut prihatin dari sahabat-sahabat ananda, tetapi mulai hari ini, seorang perempuan akan bersedia mengorbankan jiwa-raganya dan apa saja agar ananda meraih kembali kesenangan, kemudahan dan kebahagiaan ananda. Ananda sekarang mempunyai kekasih yang diciptakan Allah untuk berbagi suka dan duka dengan ananda.
Ananda Fery,
Perempuan yang duduk di sisi ananda bukanlah segumpal daging yang dapat ananda kerat dengan semena-mena, dan bukan pula budak belian yang dapat ananda perlakukan sewenang-wenang. Ia adalah perempuan yang dianugrahkan Allah kepada keluarga kami dan mulai pagi ini dianugrahkan Allah untuk membuat hidup ananda lebih indah dan lebih bermakna. Perempuan yang anak kami itu mulai sekarang menjadi amanah Allah yang harus ananda pertanggungjawabkan lahirnya dan bathinnya ke hadapan Allah. Karena itu muliakanlah perempuan yang jadi isterimu itu sesuai dengan perintah Rasulullah SAW yang pernah bersabda: "Tidak memuliakan perempuan kecuali laki-laki yang mulia. Tidak merendahkan wanita kecuali laki-laki yang rendah juga."
Rasulullah adalah manusia paling mulia. Dengarlah apa yang dikatakan Siti Aisyah yang menceritakan bagaimana Rasulullah memuliakan isterinya. "Di rumah,"kata Siti Aisyah,"Rasulullah melayani keperluan isterinya dan rumahtangganya . Rasulullah tidak jarang melakukan pekerjaan rumah tangga seperti memasak, menyapu lantai dan membersihkan pakaian"
Rasulullah memanggil isterinya dengan panggilan yang baik. Konon, setelah Rasulullah wafat, ada beberapa orang menemui Siti Aisyah dan memintanya agar menceritakan perilaku Rasul. Siti Aisyah sesaat tidak menjawab permintaan itu. Air matanya berderai. Kemudian dengan nafas panjang dan lidah yang agak kelu, ia berkata:"Kana kullu amrihi ajaba…"(Ah…semua perilakunya indah…")". Ketika didesak untuk menceritakan satu saja perilaku Rasul yang paling mempesona dirinya, Aisyah kemudian mengisahkan bagaimana Rasul yang mulia itu bangun di tengah malam dan meminta izin kepada Aisyah untuk shalat malam. "Izinkan aku menyembah Tuhanku," ujar Rasulullah SAW kepada isterinya, Aisyah. Bayangkan, sampai untuk shalat malam saya Rasulullah merasa perlu meminta izin isterinya. Di situ berhimpun kemesraan, kesucian, kesetiaan dan penghormatan.
Ananda Fery,
Kalau Bapa harus menyimpulkan nasihat Bapa kepadamu, Bapa hanya ingin mengatakan: Muliakan anak Bapa yang menjadi istrimu itu dengan penuh kemesraan,kesucian,kesetiaan dan penghormatan, hingga kalau suatu hari Bapa atau Mamah atau siapapun bertanya kepada isterimu ini tentang kamu dan perlakuan mu padanya, maka Insya Allah, isterimu yang anak Bapa dan Mamah itu akan menjawab:Ah…semua perilakunya indah dan menakjubkan."
Bapak-bapak, ibu-ibu-ibu, Sdr2 sekalian, dan ananda Fery,
Dengan izin semuanya perkenankanlah kami sekarang menyampaikan wasiat Rasulullah SAW kepada anak kami yang sebentar lagi akan menjadi isteri ananda Fery.
Anakku Kathy,
Rasulullah SAW pernah bersabda:"Seandainya aku boleh memerintahkan manusia bersujud kepada manusia lain, maka akan aku perintahkan isteri untuk bersujud kepada suaminya karena besarnya hak suami yang dianugrahkan Allah atas mereka." Kita semua tahu, banyak isteri menuntut agar suaminya membahagiakan mereka. Tetapi jarang terpikirkan bagaimana ia harus berusaha membahagiakan suami. Cinta dan kasih sayang tumbuh dalam suasana memberi bukan mengambil. Cinta adalah sharing, saling berbagi. Kathy, kamu tidak akan memperoleh cinta suamimu, Mas Fery kalau yang kamu tebarkan di rumahmu adalah kebencian. Kamu tidak akan memetik kasih sayang suamimu,Mas Fery, kalau yang kamu tanam adalah kemarahan. Kamu tidak akan menuai ketenangan bila yang kamu suburkan adalah dendam dan kekecewaan terhada suamimu.
Anakku Kathy,
Kamu boleh memberi apa saja yang kamu miliki pada semua orang. Tetapi, buat Mas Fery, suamimu, tidak akan ada pemberian isterinya yang paling membahagiakannya selain hatimu yang selalu siap berbagi kesenangan dan penderitaan, kesempitan dan kelapangan. Di luar rumah, suamimu, boleh jadi sedang diguncang dengan berbagai kesulitan. Di luar rumah, boleh jadi ia menemui wajah-wajah yang garang, dan kasar dengan mata yang tajam, atau ucapan yang kasar karena pergumulan hidup yang berat. Tapi, pasti, suamimu itu ingin ketika sampai di rumah ia menemukan wajah yang ceria, mata yang sejuk, ucapan yang lembut, dan perilaku yang santun. Mas Fery,suamimu itu ingin berlindung di dalam keteduhan kasih sayangmu. Seperti cerita putri saljunya Andersen, suamimu itu ingin mencairkan seluruh beban jiwanya dengan kehangatan air mata yang terbit dari samudera kasih sayang kamu.
Rasul yang mulia konon pernah bersabda pula kepada beberapa sahabatnya yang laki-laki :"Isteri yang paling baik ialah yang membahagiakanmu bila kamu memandangnya; yang mematuhimu bila kamu menyuruhnya; dan memelihara kehormatan dirinya dan hartamu bila kamu sedang tidak ada." (HR Thabrani). Rasul yang mulia bersabda pula bahwa surga terletak di bawah kaki kaum ibu. Apakah rumah tangga yang akan kamu bangun bersama Mas Fery itu akan menjadi surga atau neraka, itu sangat bergantung kepadamu sebagai ibu rumah tangga. Dan rumah tangga akan menjadi surga bila di situ kamu hiaskan kesabaran, kesetiaan dan kesucian.
Karena itu, anakku Kathy, Kelak bila perahu rumah tanggamu menemui kerikil-kerikil tajam, atau bersua dengan ngarai yang dalam, atau bertabrakan dengan batu karang yang besar, bila impian remaja telah berganti menjadi kenyataan yang pahit, bila bukit-bukit harapan diguncang gempa cobaan, Bapa, Mamah,kakak-kakakmu, adikmu. saudara-saudaramu dan semua kami yang ada di sini ingin melihatmu tetap teguh di samping suamimu. Kami ingin, kamu tetap tersenyum walaupun langit mendung. kisah seorang teman Bapa yang sangat mengharukan yang ingin kau menikmatinya pula. Teman Bapa itu berkisah begini: Pada suatu malam saya terbangun dari tidur dan isteri saya tidak ada di samping saya. Tetapi kemudian dari samping tempat tidur saya dengar suara yang dikenal betul, suara isteri saya. Dan, Subhanallah, sekira satu meter dari tempat tidur saya , di atas sajadah yang terhampar di lantai yang dingin, pada tengah malam yang sangat sepi itu saya menyaksikan isteri saya sedang bersujud, suaranya bergetar, dan ia sedang memohon agar Allah menganugrahkan pertolongan bagi saya dan keluarga yang saat-saat itu sedang betul-betul mendapat kesulitan hidup karena saya sedang menganggur setelah satu tahun lamanya berhenti dari pekerjaan. Pada saat itu, secara spontan saya pun turun dari tempat tidur dan ikut sujud sambil berdo’a: Ya Allah, aku bersyukur karena mendapat isteri yang shabar, dan karuniakanlah kepada kami keluarga dan keturunan yang menenteramkan hati kami. Ya Robbana, berilah kami kebaikan di dunia, kebaikan di akhirat dan jauhkanlah kami dari api neraka."
Anakku, Kathy,
Jadilah pula engkau isteri yang betul-betul mulia dalam pandangan suamimu, hingga dalam hatinya, Mas Fery, suamimu itu akan berkata;"Demi Allah,tidak ada yang akan dapat menggantikan isteriku itu sebab dia memperkuat hatiku ketika aku hampir putus asa. Dia mempercayaiku ketika semua orang menjauhiku. Dia memberiku ketulusan hati ketika semua orang mengkhianatiku.
Bapak-bapak, ibu-ibu, hadirin dan hadlirat,
Pada bagian akhir khutbah ini, kami mohon, kiranya, bapak-bapak, ibu-ibu dan saudara-saudara sekalian, berkenan untuk bersama mengantar kedua anak kami, Kathy Dewi Ratna Mukti Saelan dengan Fery Susetyo Ekopurnomo ini pada kehidupan mereka yang baru ini dengan dua firman Allah yakni: Ittaqullah haqqo tuqootih walaa tamutunna illa wa antum mulsimun (Bertaqwalah kalian pada Allah dan jangan kalian mati keculai dalam Islam), dan(Berbekallah kalian, sesungguhnya bekal yang paling baik ialah taqwa).
Selanjutnya, kami mohon pula Ibu-Ibu, Bapak-bapak dan saudara-saudara sekalian untuk mengantarkan kedua anak kami ini dengan mengamini do’a yang kami sampaikan: Ya Allah, pagi ini, dua hamba-Mu yang dhaif yang adalah anak kami dan putra Bapak/Ibu Surandi, akan mematri janji dihadapan kebesaran-Mu, berjanji akan membina kehidupan rumah tangga yang penuh ketaqwaan pada-Mu, yang penuh kasih sayang, yang mawaddah wa rahmah.
Kami tahu, tidak akan mudah bagi mereka untuk memelihara ikatan suci ini dalam naungan ridha dan maghfirah-Mu. Kami tahu, amat berat bagi mereka untuk mengayuh perahu rumah tangga mereka menghadapi taufan godaan di hadapan mereka. Karena itulah, kami datang memohon rahman dan rahim-Mu. Tunjukilah keduanya jalan yang lurus, jalan orang-orang yang telah Engkau anugrahkan kenikmatan, bukan jalan orang-orang yang tenggelam dalam kesesatan Kalau engkau berkenan menganugrahkan nikmat-Mu pada kedua anak kami itu bantulah mereka untuk banyak berdzikir dan bersyukur atas nikmat-Mu itu Hindarkan mereka dari kealpaan orang-orang yang terlena dalam kemewahan dunia. Bila Engkau berkenan memberikan ujian atas mereka, berikan pada mereka keteguhan hati dan kesabaran. Lalu bangunkan mereka di tengah keheningan malam, gerakan badan mereka untuk berwudhu lalu bimbing mereka untuk melaksanakan shalat malam. Gerakkan bibir mereka untuk menyebut nama-Mu yang suci. Basahkan sajadah mereka dengan air mata kekhuysyuan ketika mereka merintih di hadapan rahman dan rahim-Mu. Ya Allah, kedua anak kami ini berniat untuk melaksanakan amanat-Mu dengan seluruh kemampuan mereka. Cintakan iman pada mereka keduanya dan hiaskan iman pada jantung merela. Bencikan mereka pada kekufuran, kefasikan, kemaksiatan dan kemunafikan. Jadikan mererka di antara orang-orang yang mendapat hidayah-Mu. Ya Allah Ya Robbana, indahkan rumah mereka dengan kalimat-kalimat-Mu yang suci. Suburkan mereka dengan keturunan yang membesarkan asma-Mu. Penuhi hidup mereka dengan amal shaleh yang Engkau ridhai. Ya Allah, jadikan mereka teladan yang indah bagi teman-teman, sahabat-sahabat, dan keluarga-keluarga mereka sekelilingnya. Ya Allah, damaikanlah pertengkaran di antara kami, pertalikan hati kami, dan tunjukkan kepada kami jalan keselamatan. Selamatkanlah kami dari kegelapan kepada cahaya, jauhkan kami dari kejelekan yang tampak maupun tersembunyi. Ya Allah, berkahilah pendengaran kami, penglihatan kami, keturunan kami dan ampunilah kami. Sesungguhnya Engkau Maha Pengasih dan Maha Pengampun
bagus banget ya liv….bener-bener sebuah nasihat penuh cinta dari seorang ayah kepada anak dan menantunya. seperti udah ayah bilang di atas, walaupun sudah nggak mungkin ayah bacain khotbah nikah ini di pernikahan kamu,semoga ayah diberi nikmat oleh Allah SWT untuk bisa membacakannya di pernikahan Adelle dan Aliyya kelak.. amien
cium sayang
ayah dicky
Dearest Libby,
ayah lagi di medan nih,liv…baru makan duren banyak banget sampe ayah kekenyangan. ayah inget banget waktu mommy hamil kamu 5 bulan, mommy menyelundupkan beberapa duren ke hotel patra jasa di semarang. Kita semua sampe kaget dan takut apa jadinya dengan bayi yang ada di perut mommy, which is kamu !! eh ternyata kekhawatiran kita terbukti karena kamu menjadi anak yang super lincah, nggak pernah bisa diem… kayak cacing kepanasan… he he he… emang bener ternyata duren itu membuat panas kali ya… terus kamu juga anak ayah satu-satunya yang doyan duren…ayah masih sangat inget (karena emang ayah shoot kamu di handycam) waktu itu kamu hampir umur dua tahun, lagi belepotan makan duren, terus kamu bilang… "dulen, dulen !!".. itu kamu makan berapa biji ya duren… heran anak umur dua tahun doyan makan duren..sekarang kalau ayah atau mommy bawa pulang duren, adik-adik kamu langsung protes "Daddy, it smells really awful !!", boro-boro mau nyentuh tuh duren… akhirnya cuma kita bedua aja yang makan duren, itu pun sambil dipelototin sama adelle dan aliyya… duren medan emang terkenal enak dan murah…duren nya nggak gede-gede kayak duren petruk dan dagingnya pun relatif tipis-tipis, tidak seperti duren monthong yang tebel daging nya… tapi manis nya luar biasa… enak banget. ayah paling suka duren petruk dan duren medan, nggak terlalu suka duren monthong atau duren bangkok yang kurang sedep kayaknya…relatively plain.. kurang rich rasanya (duren aja sounds complicated ya liv). yang lucu di station tv discovery travel and living, ada acara yang isinya seorang bule botak pergi dari satu negara ke negara lain mencoba makan bizzare foods (dari mulai mata, biji, kelelewar, anjing, kucing, fetus, ulet, serangga, dll) walaupun sebenarnya bizzare untuk ukuran bule (not necessary for us yang apa aja dimakan). terus, orang ini suatu saat datang ke duren plantation di malaysia…. dia nyobain duren yang ada di sana… you know what he said… "I have eaten very bizzare foods from all over the world, but i just can’t eat this fruit. it smells and tastes like really bad rotten foods !!" sambil dia lepeh tuh duren… si pemilik duren plantation nya keliatan tersinggung dan bilang "IT’S JUST A FRUIT!!!" sambil nyolot… hua ha ha ha…emang tuh bule bego, makanan paling enak di dunia, dibilangin kayak makanan busuk. di kebon duren, di depan pemilik nya pula…. untung nggak dilempar sama duren, tuh bule..
dulu ayah pernah mencoba menyelundupkan satu kotak penuh duren dari medan ke dalam bagasi. disimpan rapi di dalam tupperware gede, dilakban berulang-ulang, ditaburin kopi, dibungkus kertas coklat, pokoknya rapi banget lah.. terus masuk ke koper, buat dimasukkin ke bagasi… eh ternyata waktu di x-ray airport, tuh duren ketahuan sama petugas imigrasi… ya terang aja ketahuan,.wong keliatan grundul-grundul gitu… hua ha ha ha…alhasil… nyogok lah Rp 20rb… dan diloloskan…kayaknya emang udah jadi hal umum kali ya di airport medan, banyak orang yang coba nyelundupin duren… walaupun sebenernya kalau dimasukkin ke bagasi harusnya nggak apa-apa dong lha wong baunya nggak bakal masuk ke kabin kok… kecuali kalau dimasukkin ke kabin (kayak ayah pernah bawa duren petruk ke kabin dari semarang ke jakarta… hua ha ha ha.., sejalanan mencoba membaui, takut ketahuan orang lain…. alhamdulillah nggak ada yang noticed)
anyway, I wish you were here so you could eat the durians as many as you can… walaupun mungkin di surga juga gampang cari duren kali ya liv…but may be it’s not as good as duren medan (hhmmmm, i doubt it sih… duren surga pasti lebih enak!!). gotta sleep nih liv, tomorrow i have to wake up early, we ‘ll be doin field visit before Festival Jajanan Bango… sleep tight, sweet dream hunny… see you in the morning…
kisses and hugs
ayah dicky
Hi my dearest Libby,
Kita baru pulang dari plaza senayan… tempat yang hampir setiap weekend kita kunjungi…kayaknya nggak ada bosen-bosennya ya kita ke sana… apalagi sekarang tinggal nyebrang ke Senayan City kalau bosen di plaza Senayan… seperti biasa juga kita makan di salah satu restoran yang ada di sana (atau di food court) , belakangan ini Aliyya selalu pengen ke Pepper Lunch kalau kita ke plaza senayan, dia seneng banget sama salmon steaknya…padahal mommy pengennya makan di duck king, Senayan City..ya udah deh mungkin ayah sama mommy ke duck king nya minggu depan aja waktu lunch…
Ada temen ayah yang bilang bahwa dia sangat percaya dengan logika (logic)/ realita, cuma kok bagi ayah susah banget untuk hanya pake logika… bagi ayah logika memang penting karena kita bisa lebih membumi, tapi seringkali ayah masih lebih sering juga dipengaruhi oleh perasaan (feeling). Ayah nggak bisa bohong bahwa segimana pun ayah berusaha untuk memahami logikanya, ada perasaan (feeling) yang nggak bisa dibohongi. Jadi ya akhirnya nggak bisa tuh sepenuhnya ayah menggunakan logika ketika menghadapi berbagai persoalan hidup… mungkin belum bisa, atau belum nyampe kali ilmu nya ayah ya, liv…. misalnya dalam menghadapi kepergian kamu, memang sih secara logika banyak yang bisa dianalisis, tapi kalau ayah cuma pakai logika.. mungkin by this time ayah udah nggak bakal ada di dunia lagi… udah mati bunuh diri… justru ayah bisa terus hidup karena ayah coba untuk berpikir di luar logika bahwa ada sesuatu kekuatan (kekuatan Allah SWT) yang memang dengan kemampuan berpikir kita tidak mampu untuk sampe kesana untuk menjelaskan kenapa kamu harus pergi secepat itu. Terus kalau ayah pake logika, sekarang mungkin ayah harus sudah benar-benar menerima kenyataan bahwa kamu sudah tidak ada di sekitar kita lagi secara fisik,.. tapi ayah nggak bisa membohongi perasaan ayah bahwa ayah masih sangat kangen sama kamu, masih sangat berharap agar ayah bisa mencium kamu lagi , memeluk kamu lagi erat-erat, masih ingin mencium wangi kamu, masih sangat berharap bahwa ayah bisa berulang-ulang bilang ayah masih sangaaatt sayaaaang sama kamu, masih ingin denger kamu bilang “ I love you daddy !!” …padahal secara logika… mungkin sudah tidak mungkin… bahkan bukan mungkin… sudah pasti tidak akan bisa lagi…ayah nggak bisa bohong, liv, perasaan ayah nggak bisa dibohongi, segimana pun logika ayah berusaha untuk bilang bahwa nggak mungkin lagi untuk ketemu kamu… ayah menyerah deh sama perasaan (feeling)…
yaaa ayah jadi nangis deh liv… ayah cengeng ya….ayah kangeeeeen banget sama kamu !!
Ayah masih bisa berharap untuk ketemu kamu lagi, liv… kapan pun di mana pun… nggak tahu gimana caranya…
Lots of kisses and big hugs..
Ayah dicky
Dear Libby,
hari minggu nih… baru pada selesai mandi, biasa lah sebentar lagi kita mau jalan-jalan ke mall…. kegiatan setiap weekend… kayaknya kita harus cari kegiatan lain nih liv… pergi ke mall melulu, belanja melulu…ngabisin duit melulu. mommy bilang mancing mungkin lucu juga…tapi ayah nggak suka mancing, nggak kebayang harus nunggu berjam-jam, bengong, nggak ngelakuin apa-apa… dibanding mancing, ya mending belanja… hi hi hi… tapi kayaknya kita memang harus mencari kegiatan lain…nggak bagus juga buat Adelle dan Aliyya kalau selalu ke mall… ngajarin mereka jadi konsumtif.
Ayah lupa jumat lalu, ayah ketemu sama temen-temen lama ayah… temen-temen waktu ayah masih jadi kacung kampret di unilever. temen-temen yang membuat kerjaan kayaknya nggak jadi beban… bawaannya seneng terus… hampir komplit team liv, ada Oom Aryo yang baru balik dari London, Tante Icha yang perutnya gendut banget kayak hamil (eh emang hamil bulan ke 8 kali ya ??), ada Oom Bondan yang sekarang kerja di Effem (udah jadi GM lho liv..), Oom Abdul yang sekarang nyambi jadi penyanyi professional, yang nggak ada cuma Oom Jo yang sekarang kerja di Aussie, ketambahan Wa Willy sih… dulu hampir setiap hari kita makan siang bareng… keliling dari satu restoran ke restoran lain, dari satu warung ke warung lain….kadang-kadang kita kabur dari kantor buat nonton di Planet Hollywood yang letaknya di sebelah kantor… seru banget deh…sekarang kita udah tua-tua, tapi nggak tahu kenapa begitu ketemu mereka, jadi berasa muda lagi… ketawa-ketawa kayak orang gila, nyanyi nggak karu-karuan… teriak-teriak sampe serak…abis belum apa-apa lagunya udah Linkin Park (dari mulai Numb, Somewhere I belong, sampe In the end)….seru deh !! belum lagi kalau liat oom aryo nyanyi lagu heavy metal, kayak Master of Puppet-nya Metalica…. sampe urat lehernya keliatan semua..
satu hal yang menyadarkan ayah adalah bahwa kita akan selalu butuh teman, butuh teman yang bisa membuat kita ketawa, butuh teman yang selalu memperhatikan kita, teman yang selalu ada di samping kita di saat gembira maupun sedih..teman yang mau mendengarkan curhatan nggak penting …atau malah teman yang menolong kita di saat kita terlibat masalah (bener nggak, cha ??). Ayah bersyukur masih punya teman-teman yang tulus untuk menjadi sahabat tanpa ada pretensi, tanpa ada harapan imbal balik. ayah juga berharap agar teman-teman ayah juga merasakan hal yang sama waktu berteman dengan ayah… ayah berharap agar ayah bisa menjadi teman yang bisa membuat tertawa, membuat bahagia, menolong pada saat susah, dan lain lain, sampai kapan pun….friends forever !!
ayah tahu bahwa akan selalu menjadi teman untuk kamu libby…. sebaliknya pula kamu akan selalu menemani ayah kemana pun ayah pergi karena kamu ada di dalam hati ayah…
cium sayang, your bestest best friend…
ayah dicky
Hi sayangku…
hari sabtu pagi nih liv, mommy sedang pergi ke seminar yang diadain sama Tigaraksa… ceritanya dia jadi pembicara di sana.. hebat ya mommy… katanya sih dia disuruh share pengalaman membesarkan anak-anak dengan buku dan gimana caranya ngajarin anak-anak baca dan berbicara dengan bahasa inggris…. ayah di rumah disuruh jagain adelle sama aliyya… eh adik-adik kamu malah main ke rumah laras… ya terang aja di sana lebih fun kali ya buat mereka…
rumah berasa sepi banget ya kalau nggak ada siapa-siapa… biasanya ribut sama suara aliyya yang kayaknya nggak bisa berenti ngomong…. cerewet banget deh dia liv.. lebih-lebih dari kamu cerewetnya…
di kesepian pagi ini sambil ditemenin sama kopi dan music dari ipod.. ayah merenung dan liat ke sekeliling… di rumah… ayah makin sadar bahwa ayah patut bersyukur sama Allah SWT… ayah sudah diberi nikmat yang luar biasa….kayaknya dulu waktu ayah SMA atau bahkan waktu kuliah nggak kebayang deh bisa punya semua ini… ayah kan bukan lahir dari keluarga kaya liv… kamu tahu sendiri walaupun aki dan nini nggak kekurangan secara materi tapi juga yang nggak punya harta berlebih-lebihan… ayah, wa willy semuanya merangkak sendiri-sendiri..aki dan nini cuma kasih ilmu dan kasih sayang untuk kita semua (sesuatu yang ayah syukuri jauh dibandingkan dengan harta apa pun yang mungkin bisa diberikan oleh beliau). sekarang ayah sudah punya semua yang dulu tidak pernah terpikirkan… ayah punya mommy yang cantik dan baik luar biasa, anak-anak yang cantik dan pintar, materi yang cukup, pekerjaan yang baik, dll…secara materi memang ayah tidak kaya tetapi ya cukup aja… cukup buat beli jam rolex, jas hugo boss, mobil mercedes,beliin mommy berlian, beliin tas LV, buat berlibur ke luar negeri,dll…. he he he…
kalau dipikir lebih jauh… kayaknya emang harusnya kita habis-habisnya bersyukur sama Allah SWT. bahkan kadang-kadang kita take it for granted hal-hal yang kayak sepele padahal luar biasa kalau kita tidak memiliki lagi… contohnya kita suka tidak sadar bahwa hal kecil seperti pipis aja sebenernya sangat patut untuk disyukuri.. coba kalau kita nggak bisa pipis dua hari aja.. pasti sakit banget… kita masih diberi kemampuan untuk bicara, melihat, merasakan, berjalan, dll.. sesuatu yang sepertinya sangat-sangat biasa padahal kalau kita kehilangan hal-hal tersebut bagaimana tersiksanya kita… tapi memang manusia tidak pandai bersyukur ya liv.. makanya Allah SWT berulang-ulang di surat Ar Rahman bertanya kepada manusia, nikmat Allah mana lagi yang kita dustakan…
(Alhamdulillah ya Allah atas semua nikmat yang telah kau berikan untuk kami semua…)
semoga ayah bisa terus mensyukuri apa yang telah diberikan oleh Allah SWT kepada kita semua…
ayah pergi dulu ya liv… biasa, mau bawa adelle dan aliyya jalan-jalan… aliyya lagi seneeeeng banget sama Frapuccino Caramel-nya starbuck… masa anak kecil udah seneng sama starbuck ya liv….
bye hunny… talk to you again later, okay…
ayah dicky
Hi darling…
today (Aug 18, 2007) tante amy is having her birthday… we are still in sol elite marbela anyer and we all forgot, ha ha ha… she started to sing happy birthday for herself…. Just then everybody gave her birthday wishes… today we still hang out in the beach… played all day in the beach and the swimming pool…. You must know that we don’t have anything else to do in Anyer beside playing in the beach and the swimming pool… I was gonna get my temporary tattoos but I couldn’t find design of Bango bird with Tagline “Benar-Benar Kecap”… he he he… I remember when we were in Bali and I was gonna get a tattoo.. you protested and said that tattoo doesn’t look good in me… may be you right, liv…
Today I want to talk about “choices”… I really believe that life if full of choices, we just have to know the consequences for every choice….so we can make a conscious choice rather than just choosing things that we don’t know…. We can choose to feel sad, or to feel happy…. Nothing stopping you if you wanna be happy…. or even if you choose to be sad… it’s true that Allah SWT has the final decision for the outcomes of choices that we have made… but often time we can already predict what the outcomes will be… here are the examples..if you choose to eat properly, exercise regularly.. the most probable outcome is that you will be healthy (it’s true that Allah SWT might not give you health although you have eaten properly and do exercise, but in most cases Allah SWT usually will). If you study hard, most probable outcome that you will be smarter. Lance Amstrong once said “The more I practice, the luckier I get”… If you choose to drive recklessly there’s a big chance that the consequences are you’ll get accidents.see, most of the time people can already predict what will be the outcome or consequences of their choices… once again I don’t deny that Allah SWT still hold to he final outcome deemed best for us according to Him/Her.. but in many (if not most cases) we can already predict the outcomes. Therefore ,I don’t really believe when Forrest Gump said that “Life is like a box of chocolate, you never know what you’re gonna get”. It’s true that God will decide for us and we don’t know what’s gonna happen in the future.. but actually we have the choice to make up the future… if we take a box of chocolate as an analogy… we can still choose what box of chocolate are we getting, after we get the box of chocolate we still can choose which one to be eaten first, which one last. If we choose dark chocolate then we know that the most probable outcome is the chocolate will be a bit bitter compared to regular one…
This apply to anything in life, who said that we can’t shape our future ?? we can (although we have to accept that Allah SWT still knows what’s best for us). We can choose to become rich people by working really hard, really smart, we can choose to be smart guy by learning hard..
Got my point liv ?? as now, I can choose to let you go and try to forget you… but I choose to keep your memory intact in my mind… I like it…I know the consequences would be I might often be sad …. But that’s okay..I have chosen and I know the consequences…
I have chosen to continue loving you…
Ayah dicky..