Archive for January, 2008

Just Follow Your Heart…

Sunday, January 27th, 2008

Hi Hunnykoe…

       Libby sayangku, hari ini minggu, 27 January 208, aki ulang tahun liv. Aki udah berumur 66 tahun.. barusan ayah udah kasih selamat ke aki, semoga aki dikasih umur yang panjang sama Allah SWT, selalu diberi kesehatan & kebahagiaan. Libby kasih selamat ya ke aki…biar akinya seneng. Liv, hari ini ayah pengen ngobrol sama Libby mengenai membuat pilihan dalam hidup. Dulu ayah pernah cerita sama Libby mengenai life is full of choices..I truly truly believe bahwa life is full of choices…dalam hidup, setiap saat kita dihadapkan untuk selalu memilih, memilih untuk berbuat baik atau berbuat jelek, memilih untuk bahagia atau sedih, memilih untuk menjadi orang baik atau orang jahat, memilih untuk kerja keras atau malas, memilih calon istri, memilih mau jadi apa, bahkan untuk hal-hal sepele seperti memilih untuk pergi sekarang atau nanti, memilih mau makan apa hari ini, memilih untuk pakai baju apa, memilih untuk pakai sepatu yang mana…pokoknya dalam hidup tidak ada sedikitpun waktu untuk kita tidak memilih. Setiap saat kita dihadapkan untuk memilih. Kadang-kadang pilihan itu sedemikian mudah kita buat, tapi seringkali pula kita dihadapkan pada pilihan-pilihan yang sangat sulit. Bahkan ada pepatah “Bagai buah simalakama”, pilih di makan bapak mati, pilih tidak dimakan ibu mati… nggak ada yang enak dari kedua pilihan itu. Tapi ya memang hidup seperti itu, tidak setiap saat kita bisa memilih diantara pilihan yang semuanya enak atau bagus,… suatu saat kita pasti dihadapkan pada waktu dimana kita harus memilih di antara pilihan yang sama tidak enaknya. Pilihan yang sulit ini tidak selalu pilihan yang tidak enak liv, kadang-kadang pilihannya sih enak semua tetapi sulit bagi untuk kita menentukan mana yang akan kita ambil. Misalnya kita diterima bekerja di beberapa perusahaan sekaligus, semuanya perusahaan bagus, semuanya menawarkan fasilitas yang bagus, bingunglah kita mau ambil pilihan yang mana.

       Allah SWT tahu bahwa manusia setiap saat akan dihadapkan pada pilihan-pilihan sulit tersebut sampai-sampai Allah SWT secara khusus memberikan jalan kepada manusia untuk meminta bantuan Allah SWT ketika kita dihadapkan pada pilihan yang sangat sulit. Allah SWT menyuruh kita untuk shalat istikharah karena sejatinya Allah SWT adalah yang Maha Tahu yang terbaik untuk kita semua. Kadang-kadang kita merasa tahu yang terbaik bagi kita padahal tidak…Dengan shalat istikharah kita minta bantuan kepada Allah SWT untuk diberikan petunjuk dalam menentukan pilihan. Petunjuk-petunjuk itu Insya Allah akan diberikan oleh Allah lewat mimpi, tapi dalam pengalaman ayah petunjuk itu tidak selamanya ditunjukan lewat mimpi tetapi lewat hati kecil kita yang paling dalam. Makanya pepatah “just follow your heart” adalah sesuatu yang ayah percayai juga. Akhir-akhir ini ada salah seorang teman ayah yang datang ke ayah untuk berkonsultasi dan meminta pendapat ayah mengenai sesuatu yang menurut dia berat untuk dia putuskan. Teman ayah ini mengatakan bahwa dia telah meminta pendapat dari kakak-kakaknya yang menuju ke salah satu pilihan, dia juga telah meminta pendapat ibunya yang juga menuju ke salah satu pilihan. Tapi kelihatannya dia masih bingung…terus ayah tanya apakah dia sudah shalat istikharah dan dia jawab sudah cuma dia tidak merasa mendapat petunjuk dari Allah SWT lewat mimpi atau lewat apa pun. Yang waktu itu ayah sarankan kepada dia adalah membuat perbandingan plus minus dari setiap pilihan yang dia harus buat, kemudian dia nanti harus menimbang pilihan2 itu dengan semua plus minusnya (konsekuensi dari pilihan2 tersebut). Ayah bilang "biarkan hati kamu yang menentukan mana pilihan yang terbaik itu. Just follow your heart because your heart will know what’s best for you". Dan juga jika ternyata pilihan kita di kemudian hari tidak sesuai dengan yang kita harapkan, kita tidak akan menyalahkan siapa-siapa karena kita mengikuti hati kita senndiri. Ayah juga sempat ingatkan dia,… “If you have made your choice, whatever it is.. move on, never look back and never regret. You can look back just to find a learning that can help you make a better choice next time…”. Minggu lalu akhirnya temen ayah bilang sama ayah keputusan yang dia bikin….mudah-mudahan keputusan itu adalah keputusan yang sesuai dengan kata hatinya. Minggu kemarin juga ayah membuat keputusan yang sangat sulit.. dan eh ternyata ketika ngobrol dengan teman ayah, suggestion yang sama muncul dari dia.. Just follow your heart !.. that’s exactly what I did…. It’s hard… really hard.. but from time to time we are forced to make that hard choice…mudah-mudahan pilihan yang ayah ambil adalah pilihan yang paling baik untuk semua. I have made my choice.. I will move on, I will never look back and I will never regret…however, tt’s always easier said than done… but I will really try hard… Udah dulu ya liv, ayah mau beliin karaoke dulu buat wa willy di Glodok..malem ini Wa Willy akan datang dari London. Dia mau beliin karaoke buat nemenin wa ibu yang udah mulai homesick… ha ha ha..

Kangennnnnnn……

ayah dicky

Is birthday supposed to be celebrated ?

Monday, January 21st, 2008

Hi sweeteheart,

Libby, ayah kangeeeen banget sama kamu !!… Eh Libby inget kan hari ini ayah ulang tahun ?? walaupun dari dulu ulang tahun ayah nggak pernah terlalu dirayain, tetep aja bertambah umur setahun adalah sesuatu yang patut disyukuri dan direnungkan oleh Ayah. Tadi malem ayah kerja sampai malem banget , ngerjain presentasi untuk chairman kita yang akan presentasi di depan 50 chairmen seluruh Unilever Asia Afrika. Padahal tadi malem adalah malem minggu… apes, cape, dsb, tapi seneng sih karena ayah diberi kepercayaan untuk bikin presentasi yang sangat penting ini. Ada project yang ayah kerjakan ternyata memberikan hasil yang baik dan diakui sama seluruh Unilever Asia Afrika. Eniwey, pokoknya tadi malem ayah ended up kerja sampe malem deh di malem ulang tahun ayah…Pagi-pagi ayah bangun duluan, semua masih tidur..ayah nerusin kerjaan yang tadi malem belum selese, eh ternyata sudah banyak yang ngasih birthday wishes baik itu lewat FS, YM atau HP…. alhamdulillah ternyata masih banyak yang ingat dan perhatian sama ayah. Agak siang dikit, Adelle bangun langsung meluk ayah dan cium ayah sambil bilang, ”Daddy, today is your birthday right ? Happy birthday, dad…!” Beberapa saat kemudian, Aliyya bangun juga dan dikasih tahu sama Adelle bahwa ayah sedang ulang tahun. Dengan gayanya yang sok-sok galak tapi lucu , dia ngomong ” Is it true dad, today is your birthday ??” terus abis ayah bilang ”yes”… dia langsung bilang ”ooh okay dad.. happy birthday!! (sambil meluk dan cium ayah) aduuuh ayah seneng banget deh dikasih ucapan selamat sama Adelle dan Aliyya. Kegiatan ya terus berlangsung normal, ayah kembali kerja sambil diselang baca koran while adik-adik kamu langsung main computer karena kemarinnya ayah beliin game Barbie Fashion Show. Sambil duduk ayah sempet merenung, duh ayah udah tua ya…ayah udah 36 tahun …kalo orang bilang udah hampir 40 tahun.. padahal katanya 40 tahun itu adalah fase berikutnya dari seorang laki-laki (life begins at 40 kata mereka). Terus ayah lihat adik-adik kamu yang cukup akur main sama-sama (it’s a bit strange sih sebenernya knowing biasanya mereka agak jarang betah untuk main sama-sama tanpa salah seorang dari merek ngadu ke ayah karena salah satu nggak mau sharing). Ayah lihat mereka ketawa-ketawa sampai ngakak-ngakak sama-sama, kali ini mereka bisa sharing, bisa main sama-sama. Ayah bersyukur sama Allah dikaruniai mereka yang cantik-cantik dan pintar-pintar. Seneng banget lihat mereka sehat, senang, ketawa-ketawa, sayang sama ayah. Lamunan ayah tiba-tiba dihentikan oleh mommy yang bangun agak siang. You know mommy is having really a difficult pregnancy now.. jadi ayah maklum lah kalo dia bangun agak siang…terus dia datang dan meluk ayah, sambil bilang “Happy birthday ya hun…!” ayah terus godain mommy “mana dong kadonya ??” yang dijawab sama mommy.. “aduuh hun, aku belum sempet kemana-mana nih,… belum kuat keluar rumah” (memang mommy udah sebulan ini hampir nggak pernah keluar rumah karena morning sicknessnya yang agak parah). Ayah bilang “ya udah pokoknya gue tungguin ya kadonya..”

Abis itu balik lagi ke kerjaan, nerusin bikin presentasi while mommy baca koran di sebelah ayah…yahh, begitulah keadaan ulang tahun ayah yang dari tahun ke tahun memang tidak pernah menjadi sesuatu yang big deal. Hampir tidak pernah ada kado, paling-paling kita sekeluarga pergi ke restoran dan makan malam sama-sama. Kita  nggak tahu nih ,apakah mommy mau nggak pergi ke restoran kali ini knowing kondisinya yang masih sakit seperti itu…mungkin kita pergi dinner aja sebentar. Come to think about birthday, banyak orang nyelamatin kita saat ulang tahun, tapi sebenernya kalo menurut ayah, saat kita diberi selamat itu artinya ”selamat ya kamu sudah come so far, dan ingat jatah umur kamu sudah berkurang satu tahun”. Kita memang harus mensyukuri perjalanan hidup kita, kita berterima kasih pada Allah SWT masih diberi kesempatan untuk mencapai umur tertentu namun di sisi lain juga merupakan peringatan kepada kita bahwa semakin dekat kita menuju kematian. Kalau jatah umur kita 63 tahun (rata-rata umur hidup orang asia), maka jatah hidup ayah tinggal 27 tahun lagi. Kalau jatah umur ayah 40 tahun, maka sisa hidup ayah tinggal 4 tahun lagi. Nah di sinilah ayah diingatkan untuk selalu berusaha mengisi sisa hidup ayah dengan sesuatu yang berguna. Ayah ingat waktu kamu ulang tahun yang kelima dan kita merayakannya tiga hari sebelum kamu pulang ke surga. Ya, pada saat itu ayah benar-benar merayakan lima tahun keberadaan kamu bersama kami tanpa tahu bahwa tiga hari kemudian ayah akan harus mengantarkan mu ke peristirahatan mu yang terakhir.. hidup memang penuh misteri. So, ayah juga nggak tahu berapa lama lagi setelah ayah ulang tahun ke 36 ini ayah masih akan hidup, mungkin tiga hari, mungkin empat minggu, mungkin delapan tahun… who knows ?? only God knows… so, is birthday supposed to be celebrated ? in my opinion yes, celebrated in a sense that we are thankful to God who has given us this years to live. celebrated in a sense of being thankful to God who has blessed us with so many things so far. Celebrated as a reminder that our time to die is getting closer…Kalau dilihat dari materi, jauhlah ayah dari apa yang orang katakan sebagai orang kaya tapi ayah sudah punya istri yang cantik dan baik, one pretty angel, two beautiful princesses, pekerjaan yang baik.. kalau kata salah seorang teman ayah … What else can I expect ? yup what else…. all i can say is Alhamdulillah,… thank you God for blessing me with all beautiful things in my life…No need  birthday cake, no need a party, no need fancy presents. All I need is lots of prayers for my health, and happiness in life… that’s more than enough.

Udah dulu ya liv… kamu datang dong ke mimpi ayah , hug and kiss me with your birthday wishes..I really need that, I really miss you…

Lots of loves

Ayah dicky

Can you stand any feedback given to you ??

Sunday, January 6th, 2008

Hi sweetie..

Udah makan belum liv ? (eh di surga juga ada lapar dan perlu makan, kan?? ). Ayah baru aja makan steak yang dibikinin sama tante Amy.Lumayan enak juga, empuk dan marinate nya cukup nyerep.

Liv, ayah kemarin baru pulang dari acara kantor di Mega Mendung yang lagi dingin banget karena hujan. Di acara itu team Ayah jadi juara satu, liv… lumayan dapet voucher Carefour walaupun jatahnya ayah, ayah kasiin buat para sekretaris di kantor. Nah di acara ini ada satu kegiatan di mana kita harus membuat thank you note dan feedback untuk orang lain. Ayah seneng dengan kegiatan ini karena dengan demikian kita bisa dapet feedback mengenai hal baik maupun hal buruk yang orang lain lihat dari kita. Herewith some of the feedbacks yang ayah dapet :

From XXX : Aku malah banyak mengenal & belajar banyak tentang pemikiran dalam hidup dari blog pak Dicky (aku suka baca your letters). It’s explain a lot tentang the way you bring up your family ‘n I really appreciate those value (keep writing ya pak…you never know berapa banyak yg terinspired dari tulisan2 mu)

Soal kerjaan, aku bersyukur punya MM mantan CD, malah aku jadi belajar banyak kombinasi sales & marketing from you.. thanks pak buat inspirasi2 nya. Cheers XXX

Dear Pak Dicky

Saya nggak punya kata2 lain selain : Terima kasih, Terima kasih, dan Terima kasih… mungki pak Dicky gak ngeh’ tapi banyak sekali guidance dan semangat yang bapak kasih ke saya… I meant what I said di testi Friendster.. and also waktu sharing session.. kalo orang bilang katanya BB-BD susah nyatu.. saya malah ngerasa jadi anak BD yang punya bapak BB.. stay cool ya pak.

                                                                                                -YYY-

Ps. Saya selalu ingat waktu di Manila nasehat bapak untuk enjoy work and learn as much as I can from Unilever

Dicky,

Last year was a lot easier for me because of your understanding.

When I feel sad, I know whon I should talk to

When I feel happy, I know whom I should share with

When I feel disappointed, I know whom I should scream to

When we all move on, I know I can count on you as a friend

                                                                                          Love

                                                                                          AAA

Dear Pak Dicky

Saya terinspirasi dengan yang ada di bapak adalah : Walaupun Bapak sangat sibuk dalam pekerjaan, tetapi tetap penuh perhatian terhadap keluarga

                                                                                           Best regards

                                                                                                  CCC

Dear Pak Dicky

Just wanna drop ‘BIG THANKS’ for your support… your learning and our discussion J.  It means a lot to me !

And keep you ‘funky’ style along with ‘nyantri’ style

Last.. proud for being part of your team

                                                                    R

Dear Pak Dicky

Terima kasih untuk sharing pengalaman di every meeting and occasion. Thanks juga untuk telah menjadi contoh selalu Shalat tepat waktu dan berjamaan, hanya sedikit WL 3 yang do this, pak. Kalau ada salah mohon maaf, pak.

                                                                       Terima kasih

                                                                                A

Pak DKY

Thanks karena sudah mau diganggu dengan pertanyaan 2 yg bodoh J

Dulu aku kira pak Dicky galak dan dingin… ternyata enggak. Pak Dicky itu Warm (nggak maksud carmuk ya…)

Satu hal yang aku mau ngucapin thank you yang luar biasa. When my 1st prez aku ngerasa dibantu dengan banyak sekali masukan dan coaching dari bapak.. and it raise my heart in the middle of my desperate moment.. thank you pak…

Tulisanku jelek bgt ya.. gpp ya…

Ya udah ya pak..

Mudah-mudahan anaknya lahir selamat dan sehat

                                                                                   A

Dear Dicky

Your commitment to develop and nurture peole is superb! The way you give assessment on XXX is a very good evidence. If you continue doing it, I believe you’ll become a true leader in the future. I expect that you’ll make a big difference while in Foods

                                                                        Love.

                                                                             L

Dear Pak Dicky

Thanks a lot for accepting me in Savoury Foods Marketing team. It’s a priviledge for me to be able to join the “fun”team.

Input : Jangan terlalu “cool” dong pak. He he he… no hard feeling

                                                                                      U

To : Dicky

From : L

Pak Dicky yang ganteng dan tidak sombong, terima kasih buat kebaikan hati , ngajakin annual conf. sehingga menambah kesibukan gue (secara gak ada kerjaan gitu loh, jadi seneng banget J )

Plus lunch2 bareng dong nanti, jangan mengkhianati lagi dengan bebek goreng sama mbak Okti, he he he..

Thanks buat everything,

Keep the ‘FUN’, ‘GARING’ & ‘GAK MUTU’ soalnya it makes other people’s life brighter. J

Nggak semua ayah masukin ke sini karena sebagian ada yang sangat spesifik dan personal/ private. Tapi it really feels good to read all of those notes… mengingatkan ayah bahwa doing good really feel goods for other people and for ourselves. Nah kalao terima feedback yang bagus sih kita seneng denger nya,.. tapi gimana kalo kita terima feedback yang nggak bagus.. can we stand the critics ? Ayah pernah mendapatkan feedback dari team bahwa ternyata banyak yang mengira, atau bahkan merasa bahwa ayah adalah orang yang galak. Suatu feedback yang terus terang mengagetkan ayah karena sama sekali ayah tidak bermaksud untuk menjadi orang galak. Ayah sama sekali tidak pengen jadi boss… ayah sangat ingin jadi coach bagi team ayah. Coach yang bisa membantu mereka mencapai apa pun yang mereka inginkan.. coach yang bisa membantu mereka mencapai tujuan. Tetapi ternyata ayah dilihat sebagai sosok yang galak, dan dingin… Masya Allah.. padahal ayah pecicilan  begini, mana mungkin bisa dibilang galak. But actually it’s a genuine and honest feedback. Ayah baru sadar bahwa banyak tindak tanduk dan kelakuan ayah yang membuat suasana menjadi angker/ menyeramkan. It’s a really a good feedback that I can use to improve myself. And as a human being, pasti lah ayah sangat jauh dari kesempurnaan, ayah perlu orang lain yang melihat dari luar dan mengingatkan apakah tindak-tanduk ayah sudah benar atau belum. Memang awalnya pasti kaget begitu mendengar feedback yang nggak enak, apalagi kalau kita tidak merasa demikian. Tapi ayah sangat-sangat menikmati dan menghargai feedback tersebut karena kita akan sangat sulit menilai kekurangan kita…

Udah dulu ya liv.. ayah mau bobo dulu…ngantuk nih liv… good night sleep tight..

Cium sayang

Ayah dicky

Who are we to judge ??

Sunday, January 6th, 2008

Dearest Libby ku sayang,

Kamu inget sama tante Icha kan, mamanya Echa??…tante Icha ini salah satu sahabat ayah yang paling deket. Kita berlima (Oom Aryo, Oom Jo, Oom Bondan,Tante Icha dan ayah) dulu setiap makan siang di kantor selalu bareng-bareng…terlibat ekskul, kabur bareng dari kerjaan,dll pokoknya isinya ketawa-ketawa mulu. Kamu pasti bingung kan kok cuma tante icha sendiri yang cewek… well, kamu nggak usah bingung karena walaupun di KTP tertulis jenis kelamin wanita, tante Icha ini 99% adalah lak-laki tulen dengan segala kegagahan dan kegarangannya, pokoknya semua ciri laki-laki ada pada dia walaupun seringkali dia berusaha menutupi kelaki-lakiannya dengan memakai pakaian feminine seperti rok mini, dll… Namun demikian Tante Icha dengan 1% kewanitaannya adalah sosok yang sangat penuh perhatian, baik hati, jagoan lagipula pintar. Belum lagi kekayaan dia yang luar biasa dimana sering aja tiba-tiba dia cerita “ eh tadi gue lagi beres-beres kamar ternyata nemu handphone baru yang masih di box, gue lupa kapan gue belinya…” atau lagi “eh, waktu gue buka pintu belakang rumah gue, gue nggak sadar di belakang rumah ternyata ada Taman Safari”.” Eh, waktu gue ke garasi gue nggak sadar ternyata gue punya Alphard”. Dengan kekayaannya yang luar biasa itu, Tante Icha sering berbagi dengan teman-teman, ayah nggak pernah nggak dapet kado dari dia kalo ulang tahun (eh come to think of it… cuma dia yang selalu kasih kado ke ayah setiap ulang tahun). Dia juga sering jadi tempat pinjem duit temen-temen terdekatnya yang kesulitan. Karena kebaikan dan kedekatannya dengan kita-kita ini sampe-sampe Tante Icha selalu menjadi sasaran kecemburuan banyak orang…dari mulai istri-istri kita sampe istrinya Pak J (bener nggak cha ?? ha ha ha). Tapi dia emang terlalu pecicilan sih jadi aja dicemburuin…

Nah, surat ayah kali ini memang bukan pengen cerita tentang Tante Icha yang nggak penting itu. Tapi ada yang lebih penting yaitu mengenai ”Judging People”. Kamu mungkin tahu ya liv, kita sebagai manusia seringkali punya kecenderungan menilai orang lain. Menilai orang lain itu jelek, menilai orang lain bodoh, menilai orang lain munafik, menilai orang lain jahat, walaupun nggak selalu menilai hal yang jelek-jelek aja sih. We, as human being, can not contain ourselves from judging others….apa aja mengenai orang lain dianalysis dan dikomentarin. Balik lagi ke Tante Icha… jadi tante Icha ini setelah memiliki stempel/stigma sebagai anak urakan/ ancur, dll. Ini pun karena orang yang menilai dia seperti itu. (emang salah dia sendiri sih yang bikin stigma seperti ini… ha ha ha) memutuskan untuk memakai jilbab… Alhamdulillah…. Eh seperti yang sudah diperkirakan sebelumnya… heboh lah seluruh dunia, gimana Icha yang sangat ancur itu bisa memakai jilbab… mulai lah orang cari tahu apa motif dari pemakaian jilbab itu… walaupun tentunya hampir nggak mungkin lah menemukan motif utama dari keputusan itu karena hal itu merupakan suatu hal yang sangat pribadi dan cuma tante Icha yang bisa menjawab. Mulai lah orang-orang kasak-kusuk cari tahu, ada yang mulai membuat analysis and assumption

1.Mungkin Icha pake jilbab biar orang nggak nyangka lagi dia adalah laki-laki

2.Ooh Icha sekarang mungkin sudah masuk Islam….

3.Mungkin biar tidak menjadi sasaran sexual harassment para laki-laki tidak bertanggung jawab yang bilang ”My Mummy is yummy lah”, atau ”Paru-parunya sehat” lah…dll..

4.Mungkin pengen merubah image ancur nya

5.Mungkin karena jilbab lagi ngetrend sekarang

Pokoknya banyak lah assumsi-asumsi yang beredar di masyarakat lengkap dengan komentar : ”mudah-mudahan dia istiqamah”, ”semoga dia ngga cuma ikut-ikutan doang”, ”Nggak ngaruhlah kalo udah ancur mah ancur aja” dan segala macam komentar yang dari mulai simpatik (sopan) sampe yang melecehkan keseriusan tante Icha. Setiap hari tante Icha selalu ditanyain orang ” Kenapa loe pake jilbab?” dia minta saran sama ayah gimana jawabnya ” ayah bilang jawab aja ” Karena gue bisa”.. abis perkara kan… see how people is so nosy about other people’s business. Mereka mempertanyakan keputusan tante Icha, mereka menyangsikan keseriusan dia, mereka menyangsikan ketahanan tante Icha pake jilbab, sebagian malah mencibir… ”hiih munafik, kelakuan masih gitu aja sok sok an pake jilbab”… why suddenly do they so care so much about her ?? kenapa pula mereka mempertanyakan hal-hal itu ?? so what kalau tante Icha memang munafik ? so what kalau tante icha memang cuma ikutan trend ? so what kalau dia memang nggak serius ?? so what ? so what? Jauh-jauh hari ayah bilang sama tante Icha bahwa keputusan untuk pake jilbab harus datang dari hati yang paling dalam dan it shouldn’t come from external pressure. Nggak ada artinya pake jilbab hanya karena takut dibilang ancur, pengen dibilang shalihah, pengen dipuji orang, takut dicibir orang kalo pake rok mini dan baju kutung mulu. Pake jilbab sebaiknya adalah ”karena hati saya ingin berbakti kepada Allah SWT”. Resiko untuk memakai atau tidak memakai jilbab pasti ada… selalu ayah bilang kan ”in every choice there are consequences.” salah satu resiko adalah ya itu bagaimana orang menilai kita (other people judging us).. padahal kalo dipikir-pikir who are we to judge ?? apakah dengan memakai jilbab kita pasti masuk surga ? apakah dengan tidak pake jilbab kita pasti masuk neraka ?? siapa yang tahu kecuali Allah SWT. Ayah ingat hadits mengenai cerita pelacur yang memberi minum anjing dan kata Rasulullah pelacur itu adalah ahli surga… siapa yang tahu.. Who are we to judge ??? memang benar kita harus berusaha memperbesar kemungkinan dengan berusaha mengikuti aturan atau perintah Allah, tapi at the end of the day.. cuma Allah SWT yang tahu. Nah kalaupun tante Icha suatu saat memutuskan untuk tidak memakai jilbab lagi, ayah masih sangat menghargai keputusan dia, karena ayah tahu keputusan itu pasti mengikuti kata hatinya. Paling tidak ada masa dimana dia memperbesar kemungkinan masuk surga dengan memakai jilbab untuk berbakti kepada Allah SWT. But then again, who knows….0ne thing for sure, i think we don’t have the right to judge other people.. because we DON’T know (makanya jangan sok tahu….). Maka dari itu (makdartu… halah), ayah cuma kasih saran ke tante Icha…”biarkan siapapun menggonggong….loe harus tetap berlalu”. Stay firm with your decision, whatever it is…(Way to go, cha !! I admire your courage to follow your heart and go against all odds)

Udah dulu ya liv, kita lagi di bandung nih, mau pulang ke Jakarta… nanti kita ngobrol lagi ya…

Miss you very very much..

Ayah dicky

Paris Je t’aime

Saturday, January 5th, 2008

Hi sayangku libby,

Lagi apa liv ? sekarang tanggal 21 November 2007, mommy dan ayah baru sampe di Paris nih…kita tadi dari London jam 10.30 naik Eurostar. Hujan yang selama ini mengguyur London, sebelnya hari ini malah nggak datang dan cuaca sangat cerah. Wa willy nganterin kita ke St. Pancras station pake tube.. it was actually very convenient.. walaupun agak penuh karena pas jam orang berangkat kerja. Kita sampe di St.Pancras a bit early sehingga kita sempat duduk dulu di stasiun lokal di lt.2. Ayah pikir kita bisa duduk2 dulu,ngopi di cafe atau lihat-lihat toko stasiun, ternyata belum ada apa-apanya… St.Pancras memang baru sekitar 2 minggu diresmikan menjadi stasiun Eurostar sehingga belum banyak toko2 yang dibuka. Mommy sempet beli sandwich dan biskuit di Marks & Spencer’s tapi nggak ada tempat duduk !! makanya kita naik ke lt. dua which is sebenernya merupakan platform local train. St.Pancras station cukup besar dan kelihatan cukup tua juga. Setelah menunggu sekitar 1 jam akhirnya kita naik ke Eurostar. Karena pertimbangan budget dan benefit yang bakal didapat, kita settle dengan kelas 2 aja bukan first class. Beda harganya cukup banyak,.. lumayan kan… sementara kita pikir kelas dua juga kelihatannya sih cukup nyaman. Dan begitu kita naik ke cabin, memang cukup nyaman (walaupun kalau menurut ayah sih Argo Gede nggak kalah lah interiornya). Begitu jalan, barulah berasa bedanya Eurostar dengan Argo Gede karena di EuroStar nggak kerasa kereta jalan di atas bantalan… (gejek, gejek nya sama sekali nggak kerasa). Cuma agak kerasa ketika kita mulai masuk ke bawah tanah/terowongan, di mana kepala/ kuping agak kerasa pekak (karena mungkin kabinnya nggak pake pressurized cabin seperti di pesawat).

Perjalanan dari London ke Paris, melewati padang-padang rumput dan ladang-ladang pertanian sepanjang perjalanan. Nggak kerasa dalam dua jam kita sudah tiba di Gare du Nord di Paris. Celingukan nggak ngerti kita musti kemana karena ayah pikir kita musti ngelewatin custom dulu seperti halnya setiap saat kita memasuki wilayah suatu negara, tetapi ternyata nggak ada custom yang musti kita lewati. Mommy pengen pipis dulu, eh ternyata harus bayar liv… 1 euro untuk buang air kecil dan 2 euro untuk buang air besar… wadddooh… kayak di indonesia aja…mana mahal lagi.. masa sekali pipis musti bayar 13 ribu rupiah….ya udah ,gimana lagi. ntung ayah ada 1 Euro uang kembalian waktu beli karcis Euro Star di Jakarta. Abis itu, ayah tukerin Poundsterling ke Euro di tempat penukaran uang… sialnya Euro lagi naik, jadi rugi deh.. lalu ayah juga sempetin ngambil uang di ATM, karena takut kurang. Tadinya mau naik Metro aja menuju hotel, biar ngehemat. Tapi karena semuanya dalam bahasa perancis (beli tiket aja nggak bisa) daripada nyasar nggak karuan bawa-bawa koper akhirnya kita putuskan untuk naik taxi aja. Setelah antri sekitar 30 menit kita naik taxi dari stasiun ke hotel di Rue Montorgueil. Sebenernya kalau lihat di peta, nggak terlalu jauh dan tinggal lurus aja dari stasiun ke hotel tapi mungkin karena banyak jalan satu arah jadi kerasa kayak muter-muter (biar nggak suudzon sama supir taxinya kita mikir gitu aja deh…). It cost us sekitar 10 euro (okay lah..). Hotelnya ternyata sangat2 kecil.. jauh dari yang kita bayangkan, padahal hotel ini adalah bintang empat. Hotelnya cuma punya 20 kamar dan terletak di jalan yang penuh dengan sidewalk cafes ala Paris. Sebelum berangkat Mbak Anti yang tinggal di Perancis bilang bahwa area ini adalah area yang chic dan relatively cukup mahal. Kamarnya sempit.. walaupun sebenernya cukup cozy sih…untungnya kamar mandinya hampir sama gedenya dengan kamar tidur..he he he…ayah reserved hotel ini lewat internet dan dibilang lokasinya paling tengah kota, paling deket ke Musee d’ Louvre (tujuan utama ayah di Paris). It’s walking distance from the hotel to some of most interesting places in Paris (walaupun sebenernya ya jaraknya cukup jauh juga lah buat ukuran orang melayu kayak kita yang parkir aja pengennya selalu di depan pintu masuk.)

Setelah istirahat sebentar, kita nggak mau menyia-nyiakan waktu yang sangat singkat ini untuk jalan2 di Paris (selain karena lapar juga). Tujuan utama hari ini adalah shopping di Gallery Laffayatte. Kita memutuskan untuk jalan dari hotel, selain dekat juga sambil menikmati suasana kota Paris yang menurut ayah sangat cantik. Selain itu juga cari-cari restoran yang cocok dengan kita (enak dan halal… selain nggak terlalu mahal tentunya). Kita nggak mau kejadian di London dimana kita akhirnya wasting foods karena memesan babi nggak mau kejadian lagi. Setelah berjalan sekitar 200m kita memutuskan untuk berhenti di sebuah steak house. Cukup enak juga steaknya (nggak tahu memang enak atau karena lapar kali..) dan suasana Paris nya sangat terasa… romantis banget… padahal masih sore.. ha ha ha… oh ya, cuaca di Paris hari ini cerah sekali, walaupun menurut ayah lebih dingin dibandingkan dengan London, sepanjang jalan mommy dan ayah pelukan (karena dingin, dan berasa romantis aja di paris… he he he..). Setelah berjalan sekitar 30 menit akhirnya kita sampe di Gallery Laffayatte yang letaknya di belakang Gedung Opera Nasional yang sangat cantik. Gedungnya seperti gedung buatan Romawi (jangan2 memang buatan Romawi ya..) Kita sampai di sana sekitar jam 6 dan suasana nya sama seperti di London kayak udah malem banget. Karena sudah mendekati Christmas, daerah itu sudah dihiasi dengan lampu-lampu yang indah….. very nicely illuminated. Gallery Laffayette terbagi menjadi dua gedung utama yang dipisahkan oleh jalan. Yang satu untuk perempuan, yang satunya lagi untuk laki-laki. Kedua gedung disambungkan oleh jembatan penghubung. Barang-barang yang ada di G.Laffayette adalah first class branded items. Cuma ya itu harganya memang mahal-mahal ya… bukannya nggak sadar bahwa branded items itu memang mahal tetapi setelah dibandingkan barang-barang yang exactly the same dengan yang ada di Jakarta, harganya ternyata sekitar 20% lebih mahal…dan ternyata sebagian besar juga tokh ada sudah ada di Jakarta. Walhasil nggak beli apa apa deh… eh itu mah memang ayah pelit aja kali ya??? Kita pulang ke hotel karena tokonya mau tutup jam 20.30. Balik ke hotel jalan lagi lewat jalan yang lain karena mommy mau cari duty free shop (Paris Look) yang dia inget ada di sekitar G.Laffayette. Ternyata took itu memang ada di deket situ dan kita putuskan untuk datang ke situ lagi nanti untuk lihat-lihat. On the way to the hotel, kita pick up waffle yang dijual di pinggir jalan.. lumayan juga. Satu hal yang ayah perhatikan adalah sopan santun berlalu lintas di sini ternyata jauh lebih jelek dibandingkan dengan di London, di sini orang nyetir kayak di Jakarta, liv..mana klakson bunyi melulu.

Wah, liv, cape deh perjalanan hari ini dari mulai London sampe jalan-jalan (literally jalan di Paris). Besok tujuan utama kita adalah Musee d’ Louvre dan Eiffel Tower).I’m really excited !! See you tomorrow liv… ayah mau bobo dulu… cape banget nih, good night liv, sleep tight…

Cium sayang

Ayah dicky