Archive for September, 2007

I believe…..

Sunday, September 23rd, 2007

Dearest Libby

how are you doing liv…sorry been a while ya… lagi puasa nih liv… kalau kamu ada pasti kamu excited ikut puasa, pergi taraweh ke mesjid sama laras..waktu kamu masih ada, kamu udah mulai ikutan puasa walaupun masih puasa ‘ayakan’ kalau kata orang sunda… masih bolong-bolong.. berkaitan dengan puasa ini, ayah beberapa hari ke belakang berdiskusi cukup panjang dengan beberapa teman mengenai agama… ayah memang bukan ahli agama, apalagi ustad, jadi diskusi yang terjadi pun lebih merupakan pelajaran juga bagi ayah untuk lebih belajar mengenai agama… satu diskusi mengenai jilbab dengan teman ayah yang sedang berpikir keras untuk memakai jilbab, tetapi diskusi berkembang kepada hal-hal lain dalam pemahaman keagamaan. Dalam hal jilbab ini memang ada dua school of thought dalam agama kita, yang satu mengatakan bahwa wajib hukumnya mengenakan jilbab tetapi ada pendapat lain yang menyatakan bahwa tidak wajib mengenakan jilbab bagi wanita karena tidak ada perintah yang jelas baik dalam Quran maupun hadits yang menyatakan bahwa jilbab adalah suatu hal yang wajib. . sementara teman ayah yang lain sedang kebingungan juga dengan permintaan dari ibunya untuk memasuki sebuah organisasi keagamaan yang juga sedang dipertentangkan (ada yang bilang organisasi keagamaan tersebut sesat sementara yang lain mengatakan bahwa organisasi tsb tidak ada bedanya dengan organisasi-organisasi yang lain yang memiliki pandangan tertentu.

Ayah sendiri dengan segala keterbatasan tidak bisa mengatakan yang mana yang betul dan mana yang salah dalam kedua hal di atas… hanya saja yang ayah katakan kepada mereka berdua bahwa bagi ayah agama adalah sesuatu yang sangat personal, sangat private. sesuatu yang berkaitan antara diri kita dan Allah SWT. Menurut ayah, akan sangat baik ketika seseorang melakukan sesuatu yang berkaitan dengan agama selalu didasari oleh hati kita yang memerintahkan bukan external pressure. Misalnya untuk teman ayah yang sedang bimbang untuk pakai jilbab atau tidak, ayah katakan bahwa ayah bisa membawa setumpuk dasar-dasar dan dalil-dalil yang menyatakan bahwa jilbab adalah wajib atau tidak, tetapi itu semua menurut ayah tidak penting jika yang bersangkutan masih meragukan apalagi pakai jilbab hanya karena ada external pressure (tekanan dari luar) seperti ingin dipuji, takut dicibir orang, takut dikatain,takut dimarahi, dll… ayah bilang jika hatinya sudah menyatakan bahwa inilah saatnya pakai jilbab, maka tinggal pakai saja karena hatilah yang akhirnya paling menentukan. Percuma dia pakai jilbab kalau tidak meyakini, atau bahkan pakai jilbab tapi tidak bertingkah seperti yang seharusnya. Karena jilbab hanya merupakan sebuah tampilan luar saja, yang paling penting adalah apa yang dilakukan dan diyakininya. Demikian pula hal yang sama ayah katakan kepada teman ayah yang sedang berpikir untuk masuk organisasi keagamaan tadi. Kita memang harus mempelajari banyak hal terutama dalam hal keagamaan karena pengetahuan kita yang banyak akan dapat membantu hati menentukan hal yang menurut hati kita paling benar. Tetapi yang paling penting adalah hati kita mempercayai dan meyakini apa yang kita lakukan adalah memang yang benar dan bukan karena tekanan dari luar. Hati nggak akan pernah bisa kita bohongi. Kita bisa melakukan sesuatu agar terlihat dari luar seperti yang diharapkan tetapi hati kita tidak akan bisa dibohongi bahwa kita melakukan hal tersebut adalah karena terpaksa (apa pun motifnya…). tokh akhirnya kita sendiri lah nanti yang akan mempertanggungjawabkan perbuatan dan kelakuan kita di depan Allah SWT…

nggak tahu ah liv…. ayah cuma ingin berusaha untuk beribadah dan beragama itu hanya karena Allah SWT bukan karena siapa pun atau apa pun…

love you always

ayah dicky

Letter from Adelle

Thursday, September 13th, 2007

Dear libby,

This is me Adelle.I miss you so much.Later, Laras is going to England.And we’ve got a new sister name Aliyya.I wish that we could see each others.And long time I had a dream about you.The dream is you are playing with me . And Aliyya is sleeping with mommy .I wish that you’ll see the new sofa and table.

kisses and hugs

Adelle

To My Children…

Thursday, September 13th, 2007

Dear Libby
eci send me a nice poem, liv…too bad I don’t know who wrote. it’s something about being grateful on having kids and really cherish the time that we have with them..

To My Children

Just for this morning,
I am going to smile when I see your face and laugh when I feel like crying.

Just for this morning,
I will let you choose what you want to wear, and smile and say how perfect it is.

Just for this morning,
I am going to step over the laundry and take you to the park to play.

Just for this morning,
I will leave the dishes in the sink,and let you teach me how to put that puzzle of yours together.

Just for this afternoon,
I will unplug the telephone and keep the computer off, and sit with you in the backyard and blow bubbles.

Just for this afternoon,
I will not yell once, not even a tiny grumble when you scream and whine for the ice cream truck, and I will buy you one if he comes by.

Just for this afternoon,
I won’t worry about what you are going to be when you grow up, Or second guess every decision I have made where you are concern ed.

Just for this afternoon,
I will let you help me bake cookies, and I won’t stand over you trying to fix them.

Just for this afternoon,
I will take us to McDonald’s and buy us both a Happy Meal so you can have both toys.

Just for this evening,
I will hold you in my arms and tell you a story about how you were born and how much I love you.

Just for this evening,
I will let you splash in the tub and not get angry. Just for this evening,
I will let you stay up late while we sit on the porch and count all the stars.

Just for this evening,
I will snuggle beside you for hours, and miss my favourite TV shows.

Just for this evening
when I run my finger through your hair as you pray, I will simply be grateful that God has given me the greatest gift ever given.

I will think about the mothers and fathers who are searching for their missing children, The mothers and fathers who are visiting their children’s graves instead of their bedrooms.

The mothers and fathers who are in hospital rooms watching their children suffer senselessly and screaming inside that little body

And when I kiss you goodnight I will hold you a little tighter, a little longer.

It is then, that I will thank God for you, and ask Him for nothing, except one more day………

If only I could have that one more day with you liv…. just if only…

hugs and kisses
ayah dicky

To Mommy from Heaven

Tuesday, September 11th, 2007

My Hi Libby,
I found this lovely poem in the internet. I guess this would be similar to what you want to say to mommy…

To Mommy From Heaven (by Sandra L. Garman)

Mommy, don’t cry, ’cause God is holding my hand
and telling me everything is OK.
Mommy, God said that I will never want for anything
and I will still feel your love all the way up here.
Mommy, you should see me,
I am running and playing with God’s other children.
Mommy, guess who helps watch over us while we play?
They are God’s Helping Angels!
Mommy, I’m not afraid, my grandpa and grandma are here.
They came to me when it was dark and held my hands;
then we went to God’s bright light, where Angels were singing.
Mommy, God said, If you feel sad, to remember this;
I’ll be the gentle breeze that brushes your face,
the sun is my smile and the rain is me washing away your pain.
Mommy, I have to go now.
I send you all my love on the wings of an Angel.
Love from your son, to you Mommy.
we still miss you liv, just the other night mommy cried while I was already sleeping… help her libby…tell her how you feel.. we will always love you…
lots of loves
ayah dicky

What Goes Up Must Come down…

Saturday, September 8th, 2007

Dear Libby ,

How was your Saturday night liv ? what did you usually do in heaven on Saturday night ? hari minggu nih Liv, biasa masih males-malesan, belum pada mandi, ayah udah langsung ke depan laptop bikin surat untuk kamu. Ayah sedang ingat sama orang-orang yang saat ini sedang bersedih,minggu lalu ayahnya Oom Bombom meninggal dunia, keliatannya dia sedih walaupun cukup tabah, waktu ayah telepon (pastilah sedih ya liv ditinggal orang yang dicintai). ayah cuma ingin ngingetin bahwa setelah kesedihan pasti ada kebahagiaan, tetapi sebaliknya juga, setelah kebahagiaan pasti ada kesedihan. Makanya, ketika orang sedang tertawa terbahak-bahak dia musti ingat untuk membatasi diri karena suatu saat dia pasti akan menangis tersedu-sedu..sebaliknya orang yang sedang menangis tersedu-sedu sebaiknya jangan terlalu bersedih karena suatu saat pasti ada masa membahagiakan yang bisa membuat dia tertawa. Hidup memang seperti roda yang selalu bergerak kadang kita di atas, kadang kita di bawah, kadang kita bahagia, kadang kita sedih.

Ada pepatah bule yang bunyi “What goes up must come down” yang artinya kita tidak akan pernah bisa selalu berada di atas, kita tidak akan pernah bisa selalu bahagia. Ada lagi pepatah yang mengatakan bahwa setelah tanjakan pasti akan ada turunan, tidak mungkin tidak. Seperti kita sedang naik gunung, pasti suatu saat pasti kita harus turun, segimana pun kita senangnya berada di puncak gunung suatu saat kan kita harus turun juga dari puncak gunung. Seperti ketika kamu naik pesawat, naik ke atas, suatu saat kan harus turun dan mendarat juga….so nggak ada yang permanen di atas dan nggak ada yang permanen di bawah cuma kadang kadang kita nggak merasa kita sudah di atas, yang sering kan kita ngerasa nya masiiih di bawah terus…nggak ke atas-keatas..

Pepatah-pepatah itu menyadarkan kita untuk selalu sadar bahwa kehidupan itu kadang ada di atas dan kadang di bawah. Yang paling penting adalah kita harus tahu apa yang harus dilakukan ketika sedang di atas, yaitu bersyukur dan apa yang harus dilakukan ketika sedang di bawah, yaitu bersabar. It’s always easier said than done, but we just try very hard.

Still and will still miss you…

Ayah dicky

The most beautiful 10 years…

Saturday, September 8th, 2007

Hi sweetheart !

How have you been, honey ?? been long time since the last time I sent a letter to you… I have just had a chat with Tante olla and Oom Mono, liv.. I’m sure you remember Tante Olla ya ? we went to Veda’s birthday in Bandung long time ago and occasionally we met tante Olla’s family. They were telling me that they just had their 10th years wedding anniversary and they’re planning to go for a second honeymoon…. Really nice ya liv. Mommy and I have never had a honeymoon (at least an official one, he he he) since I have to start working in Unilever right away from the marriage day. Really good to see that their family seems very much happy after 10 years of marriage…

That chat reminded me of my marriage. mommy and I also had married for more than 10 years (unfortunately we didn’t really celebrate our 10th anniversary, on December 7, 2006. shame on me !!). But I feel really blessed with our marriage, I have a beautiful wife that always supporting me whenever, wherever,…I’m blessed with one beautiful angel and two beautiful princesses. Mommy is the best wife a man can have… she’s been supporting me for better and for worse, she’s always there beside me. I remember when we started our family, I was just a management trainee in Unilever, I didn’t have anything at that time. I was sent to Surabaya for my traineeship. I asked mommy to come along to Surabaya and left her work in Bank Universal. Without complain mommy accompanied me wherever I was stationed, even in Probolinggo where we had to stay in 2X2.5 rooms behind state penetiary for three months, stayed in small dark hotel room in Pamekasan Madura during puasa for two weeks. All we had at that time was lots of love and an old company car, Katana, without air cond. and radio tape… every weekend  we went to Surabaya, in a hot temperature without air cond, without music…so we always singing together all the way to Surabaya from Probolinggo in sweat running all over our body… ha ha ha…she never complained despite she come from much more fortunate family than me, knowing her dad is a general in the army…she also the one who kept me alive when you left us and went home to heaven, liv…. she was very-very strong and continuously reminded me that life must go on, that I still have adelle to take care and develop…without her I’d be already buried somewhere by now.

During our 10 years marriage of course there are fights between us, but it’s very-very minor and we never keep our fight more than 2 days…we forgive and we forget. I guess the key to our relationship is we take and give, we compromise, we really try to understand each other, we open to each other. We are grateful for what we have. For some people, 10 years may be is still a short period of time, for some others may be it’s too long already … but for me, for sure 10 years is still too short, I’m looking forward to having another 50 years of togetherness and happiness. I’m grateful to Allah SWT for sending me the best woman who is the mother of all my children and develop them into beautiful children. (Thank you shaney for the most beautiful 10 years….)

Gotta go liv, we’ll talk again later okay

lots of loves

ayah dicky

Perpisahan…

Monday, September 3rd, 2007

Dear Sweetheart,

Selamat malam my dear…Apa kabar, liv ? baru tiga hari yang lalu ayah kirim surat untuk kamu, tapi rasanya kok ayah udah kangen lagi ya liv…nggak tahu nih, tiba-tiba ayah kepikiran ingin nulis ke kamu mengenai perpisahan. Sebuah perpisahan bisa terjadi untuk  selamanya atau untuk sementara… yang pasti sesuatu yang bermula pasti berakhir (something with the beginning must have an end)… sebuah pertemuan pasti ada perpisahannya… ini adalah merupakan hukum alam… sesuatu yang inevitable. Sesuatu yang tidak bisa ditolak, seberapa pun kuatnya kita berusaha… ayah sudah mengalami  perpisahan yang paling berat untuk ayah, perpisahan dengan kamu… mustinya dari awal ayah sudah menyadari bahwa pertemuan pertama dengan kamu pada tanggal 25 April 1998 jam 00.19 am, suatu saat pasti ada perpisahannya… ayah sama sekali tidak menyadari hal itu sampai waktu perpisahan tersebut datang pada tanggal 29 April 2003 jam 10.15 am.

Banyak pertemuan dan perpisahan yang sudah ayah alami dalam hidup ayah yang masih singkat ini liv… yang namanya perpisahan tidak selalu merupakan akhir memang, karena dalam banyak hal, perpisahan itu hanya merupakan sesuatu yang sementara…mungkin ada pertemuan lagi di waktu yang lain… who knows.. nobody knows… contohnya kita bertemu dengan sahabat waktu sekolah, ketika sekolah selesai, mau tidak mau kita akan berpisah.. mungkin untuk sementara, mungkin untuk selamanya..mungkin kita bertemu lagi, mungkin tidak pernah bertemu lagi untuk selamanya dengan sahabat kita tersebut… nobody knows…tapi perpisahan itu pasti akan terjadi..pasti !!

Wa willy, dan keluarganya akan pindah ke London , pastinya ketika hal itu terjadi merupakan perpisahan untuk keluarga kita dengan keluarga dia, perpisahan kamu dengan laras… mungkin kita akan bertemu lagi, mungkin tidak…mudah-mudahan kita bisa bertemu lagi dengan mereka.. sedih ?? pasti lah…biasanya kita sering ketemu, sering ngobrol, sering curhat, sering main, dll, tiba-tiba tidak ada di sekitar kita.. pasti sedih kan ….ketika kita berpisah dengan teman saja sedihnya bisa luar biasa…

Yang sangat menakutkan untuk ayah adalah kita tidak akan pernah tahu kapan perpisahan itu akan terjadi…kita juga tidak akan pernah tahu apakah kita akan bertemu lagi atau tidak…ayah sangat takut untuk menghadapi perpisahan dengan mommy, perpisahan dengan adelle, perpisahan dengan aliyya, perpisahan dengan aki, dengan nini, dengan saudara-saudara, dengan teman-teman, dengan sahabat…. namun, sekuat apa pun kita berusaha untuk mencegah, perpisahan itu pasti akan datang juga.. kita cuma tidak tahu kapan akan terjadi atau bagaimana itu akan terjadi… ayah cuma bisa berdoa bahwa pertemuan ini bisa berlangsung lama. Dan selama pertemuan ini masih ada, ayah akan mensyukurinya, akan berusaha menikmatinya dengan sepenuh hati, I will really cherish it,…because when it happened.. ketika perpisahan itu harus terjadi juga, kita tidak akan bisa menghalanginya , kita tidak pernah tahu apakah kita akan bisa bertemu lagi…will things be the same when we meet again ?? or even before that, will we meet again ?? we don’t know.

Setelah ayah berpisah dengan kamu, paling tidak ayah sekarang sadar bahwa perpisahan dalam setiap pertemuan pasti akan terjadi…. pasti !! suatu saat….tidak tahu kapan, tidak tahu bagaimana…ayah berdoa sekarang untuk bisa selama mungkin bertemu, berkumpul, berteman,..tapi ketika perpisahan itu terjadi, ayah berdoa agar ayah diberi kesabaran untuk menghadapinya karena life must go on…. sedih ?? pasti, but I have to get up and continue living, karena ayah sadar bahwa perpisahan pasti terjadi dalam sebuah pertemuan…ayah juga berharap siapa pun yang membaca surat ayah ini menyadari bahwa setiap pertemuan pasti ada perpisahannya…. so, be grateful, enjoy it, cherish it, while it lasts… cause the end will inevitably come…sooner or later

See you again, Libby…. someday, somewhere, somehow…Nggak tahu, liv…    I really don’t know….

Lots of loves

Ayah dicky