everything happens for a reason?

May 24th, 2008 by dsaelan

Dearest Libby,
hi my sweetie pie… apa kabar di surga liv? seperti biasa ayah kelamaan nggak nyempetin ngobrol sama kamu liv.. maafin ayah ya..

ayah baru ngobrol sama temen ayah yang lagi sedih banget karena ibunya stroke dan lumpuh sudah sekitar 3 bulan, dokter mengatakan tidak ada harapan lagi buat ibunya untuk sembuh sehingga menyarankan temen ayah untuk mengambil ibunya dari rumah sakit dan dirawat di panti jompo saja sambil menunggu nasib dari Tuhan. Sementara itu ayahnya juga sakit cukup parah di rumah sakit. Temen ayah itu berkata bahwa sebagai orang beragama dulu dia percaya bahwa “everything happens for a reason”, tapi sekarang melihat kondisi ibu-bapaknya yang menderita cukup lama, dia mulai mempertanyakan keputusan Tuhan. Mulai mempertanyakan kenapa Tuhan memperlakukan kedua orangtuanya dengan demikian padahal mereka adalah orang yang sangat baik, orang yang taat beragama. Kenapa tuhan membuat orangtuanya menderita. What reason could it be treating them that way??

Ayah juga termasuk orang yang sangat percaya dengan pendapat “everything happens for a reason”. Ayah sangat yakin bahwa Tuhan sangatlah pintar, sangatlah bijaksana sehingga tidak mungkin membiarkan sesuatu terjadi tanpa ada alasan yang jelas. Dalam QS 2:216 Tuhan berkata bahwa ” Boleh jadi kamu amat membenci sesuatu padahal sesuatu itu amat baik bagimu, boleh jadi pula kamu amat menyukai sesuatu padahal sesuatu itu amat buruk bagimu, sesungguhnya Tuhan mengetahui dan kamu tidak mengetahui”. Artinya banyak hal-hal di dunia ini yang tidak kita mengerti, tetapi sebagai orang beriman ayah berusaha untuk menerima pernyataan bahwa Tuhan telah merancang segala sesuatunya dengan sangat baik, hanya saja akal dan perasaan kita yang tidak cukup pandai untuk mengerti alasan Tuhan tersebut.

kalau melihat ke belakang, ayah juga sempat bertanya apa salah Libby yang belum punya dosa untuk dipanggil pulang secepat itu. Kenapa Tuhan tidak memberi kesempatan kepada Libby untuk menikmati hidup di dunia ini. Apa salah ayah & mommy, padahal kami berdua adalah orang yang baik-baik, selalu berusaha menjalankan perintah dan menjauhi larangan Nya. What were God reasons to take you away ? tapi kemudian yang ayah sadari adalah God actually doesn’t need reason to do that for God is the owner of everything in this entire universe. Terus kalau dipikir lebih jauh reasons itu mungkin:
1. Allah SWT sangat menyayangi kamu sehingga Allah SWT tidak membiarkan kamu berbuat dosa yang bisa membuatmu masuk neraka. Allah SWT ingin memastikan bahwa kamu adalah ahli surga seperti janjiNya yang menyatakan bahwa anak2 yang meninggal sebelum balig akan dijamin masuk surga.
2. Allah SWT menguji kami semua untuk bersabar sehingga ayah dan mommy bisa jadi orang yang shaleh karena salah satu tanda orang shaleh adalah yang mendirikan shalat dan sabar.
3. Allah SWT menunjukkan kepada kita bahwa kita semua kecial di dunia ini
wah pokoknya kalau dipikir-pikir banyak banget alasan yang bisa membuat Allah SWT mengambil keputusan untuk membuat Libby meninggal di umur 5 tahun. Memang ayah tidak akan pernah tahu alasan sebenarnya tetapi ayah sangat yakin bahwa kepulangan kamu ke surga sama sekali bukanlah tanpa alasan. bukan sesuatu yang kebetulan belaka…
nah,kepada teman ayah tadi, ayah katakan bahwa “reasons” atau hikmah kejadian itu mungkin bukan orang yang mengalami tapi justru untuk kita yang ada di sekitarnya. ya itu, dalam kasus kamu, hikmah itu mungkin lebih untuk ayah daripada untuk kamu. sama juga dengan teman ayah tadi, mungkin hikmah sakit orangtuanya itu lebih untuk dia sehingga memberi kesempatan kepada dia untuk lebih merawat dan menyayangi orangtuanya. sakitnya mereka memberikan peluang kepada dia untuk berbakti dan mendapatkan pahala dari baktinya itu. kedengerannya memang klise, tetapi kita memang harus selalu berusaha positif dan bersabar dengan kejadian yang menurut kita kurang menyenangkan. Ayah berusaha mengembalikan kepercayaan dia bahwa everything really happens for a reason. we just don’t know it….We have to believe that everything has been writen in “the big book” (lauhim mahfuz)
udah dulu ya liv, ngantuk nih.. mommy minta dipeluk mau tidur…

love you soooooo much
ayah dicky

It’s been a while…

April 12th, 2008 by dsaelan

Dear Libby sayangku,
Hi Libby, it’s been a while ya liv… maaf ya ayah udah lama banget nggak kirim surat buat Libby. alesannya sih sibuk jadi kalau udah sampe rumah bawaannya pengen tidur melulu,..maafin ayah ya liv..

Banyak banget sebenernya yang ingin ayah cerita in, gak tahu musti mulai dari mana. ya udah deh kita absen aja ya… mommy hamilnya udah masuk bulan ke lima.. morning sickness nya udah hampir gak ada, perutnya juga sudah mulai gede, liv. eh kehamilan mommy menular liv ke Wa Ibu dan Tante Amy… pada nggak mau kalah kali ya ?… barusan mommy nangis sehabis shalat subuh, ayah kaget banget.. waktu ayah tanya ada apa, mommy cerita sebelum bangun mommy mimpi ketemu kamu,.. kata mommy Libby sekarang rambutnya pendek… duh ayah jadi ikutan nangis deh liv..ayah kangeeenn banget sama libby… udah lama ayah nggak ketemu kamu.. udah lama libby nggak datang ke mimpi ayah..Libby sebentar lagi mau ulang tahun, ya..ulang tahun yang ke 10. kalau Libby ada, mommy pasti udah sibuk beli goody bags buat temen-temen kamu, udah sibuk cari kue ulang tahun., dll. ayah pasti udah sibuk cari kado buat kamu. kamu pun seperti biasa pasti get excited dan nggak sabar buat segera dapet kado dari temen-temen kamu. eh tapi mungkin nggak juga ya karena sekarang Libby kan sudah besar, mungkin kamu udah nggak mau lagi dirayakan di sekolah. Mungkin Libby cuma mau dirayakan di rumah aja sambil ngasih makanan ke panti asuhan. you tell me liv, what kind of birthday celebration do you want ?

Adelle sekarang udah 8 tahun, udah gede banget dia liv. tingginya udah hampir sama dengan uti, udah hampir sebahu ayah. Adelle masih sekolah di SBGG, Bahasa Indonesianya sudah jauh lebih bagus walaupun masih aja kagok dan ada aksen bulenya.. kasihan deh dia, jadi kayak Cinta Laura (itu lho liv, artis sinetron yang gak bisa bahasa Indonesia). yg ngebedain, ayah orang Bandung, ayahnya Cinta Laura orang bule.. he he he…Adelle sering bisa that she misses you a lot. “I wish Libby is still alive, so I can play with her,”katanya. She often cries too kalau udah inget kamu atau Laras. Adelle is pretty and sweet girl. dia anaknya sangat penurut, sangat halus dan perasa. Adelle juga sering cerita bahwa dia mimpi kamu, main sama kamu di dalam mimpi.

Aliyya baru aja ulang tahun yang ke 4. Ya allah, dia sangat mirip sama kamu liv… cuma bedanya dia agak coklat kulitnya (kalau kamu kan putih banget). Dia masih nggak bisa berenti ngomong… ngomong terus, segala ditanyain. kalau diperhatiin cerewetnya ngalah-ngalahin kamu lho Liv.. dia sudah mulai bisa baca, dari umur 3 tahun dia sudah bisa mengenali huruf dan nulis namanya sendiri, nulis nama ayah, Adelle, dan mommy. Aliyya anak yang sangat pintar cuma galak dan agak pemalu. selain itu, Aliyya juga sangat competitive alias nggak mau kalah sama orang lain, bahkan sama anak2 yang jauh di atasnya. kalau main, maunya dia yang jadi leadernya. padahal kalau dilihat dari postur dia kecil banget….

Uti dan Kakung masih sehat-sehat. Uti sekarang tinggal di rumah kita liv supaya bisa terus sama cucu2-nya. Seminggu sekali Uti pulang ke Bandung nengok kakung. Kakung main golf setiap hari sama temen2nya. Aki sehat juga, dia masih sibuk dengan perpolitikannya. Nini agak sering sakit-sakitan liv, katanya kaki dan tangannya sering sakit. Kadar gula dan asam uratnya cukup tinggi. Bulan depan nini mau buka restoran di Shah Alam Malaysia. sebenernya cukup khawatir juga ayah, tapi nininya semangat sekali ya udah mudah-mudah sehat-sehat aja nininya. Eci udah dua anaknya, Cindai yang sudah besar dan cerewet juga dan Fazza yang baru bisa jalan. Eh mukanya Fazza mirip banget lo liv sama aki (kayaknya aki dalam versi bayi). Mang Dendy belum nikah juga, mang dion belum lulus juga….

Kamu tahu aki Au kan liv, adik nini paling kecil ?? dua hari yang lalu Aki Au meninggal dunia di Bandung. Ayah dan mommy ngelayat ke Bandung bolak-balik. Aki Au umurnya 50 tahun, Paginya Aki Au masih sehat wal afiat pergi nganter anaknya sekolah . Pulang dari nganter sekolah minta dibikinin kopi terus minta dipijit, abis itu tidur dan nggak bangun lagi. Nggak ada yang nyangka, nggak ada yang ngira. Semuanya serba cepat dan mendadak, padahal minggu depan Bagus (anaknya) akan diwisuda dari universitas. That’s just one of example that life and death is God’s secret. nggak ada yang tahu apa yang akan terjadi sama kita dua menit yang akan datang…Makanya ayah selalu ngingetin diri sendiri untuk selalu berusaha menjadi orang yang baik karena kita tidak tahu kapan kita akan dipanggil pulang oleh Allah SWT.

Udah dulu ya liv, ayah janji deh akan lebih sering nulis surat untuk kamu.Minggu depan ayah akan pergi ke India.

Big hugs and lots of kisses
ayah dicky

Just Follow Your Heart…

January 27th, 2008 by dsaelan

Hi Hunnykoe…

       Libby sayangku, hari ini minggu, 27 January 208, aki ulang tahun liv. Aki udah berumur 66 tahun.. barusan ayah udah kasih selamat ke aki, semoga aki dikasih umur yang panjang sama Allah SWT, selalu diberi kesehatan & kebahagiaan. Libby kasih selamat ya ke aki…biar akinya seneng. Liv, hari ini ayah pengen ngobrol sama Libby mengenai membuat pilihan dalam hidup. Dulu ayah pernah cerita sama Libby mengenai life is full of choices..I truly truly believe bahwa life is full of choices…dalam hidup, setiap saat kita dihadapkan untuk selalu memilih, memilih untuk berbuat baik atau berbuat jelek, memilih untuk bahagia atau sedih, memilih untuk menjadi orang baik atau orang jahat, memilih untuk kerja keras atau malas, memilih calon istri, memilih mau jadi apa, bahkan untuk hal-hal sepele seperti memilih untuk pergi sekarang atau nanti, memilih mau makan apa hari ini, memilih untuk pakai baju apa, memilih untuk pakai sepatu yang mana…pokoknya dalam hidup tidak ada sedikitpun waktu untuk kita tidak memilih. Setiap saat kita dihadapkan untuk memilih. Kadang-kadang pilihan itu sedemikian mudah kita buat, tapi seringkali pula kita dihadapkan pada pilihan-pilihan yang sangat sulit. Bahkan ada pepatah “Bagai buah simalakama”, pilih di makan bapak mati, pilih tidak dimakan ibu mati… nggak ada yang enak dari kedua pilihan itu. Tapi ya memang hidup seperti itu, tidak setiap saat kita bisa memilih diantara pilihan yang semuanya enak atau bagus,… suatu saat kita pasti dihadapkan pada waktu dimana kita harus memilih di antara pilihan yang sama tidak enaknya. Pilihan yang sulit ini tidak selalu pilihan yang tidak enak liv, kadang-kadang pilihannya sih enak semua tetapi sulit bagi untuk kita menentukan mana yang akan kita ambil. Misalnya kita diterima bekerja di beberapa perusahaan sekaligus, semuanya perusahaan bagus, semuanya menawarkan fasilitas yang bagus, bingunglah kita mau ambil pilihan yang mana.

       Allah SWT tahu bahwa manusia setiap saat akan dihadapkan pada pilihan-pilihan sulit tersebut sampai-sampai Allah SWT secara khusus memberikan jalan kepada manusia untuk meminta bantuan Allah SWT ketika kita dihadapkan pada pilihan yang sangat sulit. Allah SWT menyuruh kita untuk shalat istikharah karena sejatinya Allah SWT adalah yang Maha Tahu yang terbaik untuk kita semua. Kadang-kadang kita merasa tahu yang terbaik bagi kita padahal tidak…Dengan shalat istikharah kita minta bantuan kepada Allah SWT untuk diberikan petunjuk dalam menentukan pilihan. Petunjuk-petunjuk itu Insya Allah akan diberikan oleh Allah lewat mimpi, tapi dalam pengalaman ayah petunjuk itu tidak selamanya ditunjukan lewat mimpi tetapi lewat hati kecil kita yang paling dalam. Makanya pepatah “just follow your heart” adalah sesuatu yang ayah percayai juga. Akhir-akhir ini ada salah seorang teman ayah yang datang ke ayah untuk berkonsultasi dan meminta pendapat ayah mengenai sesuatu yang menurut dia berat untuk dia putuskan. Teman ayah ini mengatakan bahwa dia telah meminta pendapat dari kakak-kakaknya yang menuju ke salah satu pilihan, dia juga telah meminta pendapat ibunya yang juga menuju ke salah satu pilihan. Tapi kelihatannya dia masih bingung…terus ayah tanya apakah dia sudah shalat istikharah dan dia jawab sudah cuma dia tidak merasa mendapat petunjuk dari Allah SWT lewat mimpi atau lewat apa pun. Yang waktu itu ayah sarankan kepada dia adalah membuat perbandingan plus minus dari setiap pilihan yang dia harus buat, kemudian dia nanti harus menimbang pilihan2 itu dengan semua plus minusnya (konsekuensi dari pilihan2 tersebut). Ayah bilang "biarkan hati kamu yang menentukan mana pilihan yang terbaik itu. Just follow your heart because your heart will know what’s best for you". Dan juga jika ternyata pilihan kita di kemudian hari tidak sesuai dengan yang kita harapkan, kita tidak akan menyalahkan siapa-siapa karena kita mengikuti hati kita senndiri. Ayah juga sempat ingatkan dia,… “If you have made your choice, whatever it is.. move on, never look back and never regret. You can look back just to find a learning that can help you make a better choice next time…”. Minggu lalu akhirnya temen ayah bilang sama ayah keputusan yang dia bikin….mudah-mudahan keputusan itu adalah keputusan yang sesuai dengan kata hatinya. Minggu kemarin juga ayah membuat keputusan yang sangat sulit.. dan eh ternyata ketika ngobrol dengan teman ayah, suggestion yang sama muncul dari dia.. Just follow your heart !.. that’s exactly what I did…. It’s hard… really hard.. but from time to time we are forced to make that hard choice…mudah-mudahan pilihan yang ayah ambil adalah pilihan yang paling baik untuk semua. I have made my choice.. I will move on, I will never look back and I will never regret…however, tt’s always easier said than done… but I will really try hard… Udah dulu ya liv, ayah mau beliin karaoke dulu buat wa willy di Glodok..malem ini Wa Willy akan datang dari London. Dia mau beliin karaoke buat nemenin wa ibu yang udah mulai homesick… ha ha ha..

Kangennnnnnn……

ayah dicky

Is birthday supposed to be celebrated ?

January 21st, 2008 by dsaelan

Hi sweeteheart,

Libby, ayah kangeeeen banget sama kamu !!… Eh Libby inget kan hari ini ayah ulang tahun ?? walaupun dari dulu ulang tahun ayah nggak pernah terlalu dirayain, tetep aja bertambah umur setahun adalah sesuatu yang patut disyukuri dan direnungkan oleh Ayah. Tadi malem ayah kerja sampai malem banget , ngerjain presentasi untuk chairman kita yang akan presentasi di depan 50 chairmen seluruh Unilever Asia Afrika. Padahal tadi malem adalah malem minggu… apes, cape, dsb, tapi seneng sih karena ayah diberi kepercayaan untuk bikin presentasi yang sangat penting ini. Ada project yang ayah kerjakan ternyata memberikan hasil yang baik dan diakui sama seluruh Unilever Asia Afrika. Eniwey, pokoknya tadi malem ayah ended up kerja sampe malem deh di malem ulang tahun ayah…Pagi-pagi ayah bangun duluan, semua masih tidur..ayah nerusin kerjaan yang tadi malem belum selese, eh ternyata sudah banyak yang ngasih birthday wishes baik itu lewat FS, YM atau HP…. alhamdulillah ternyata masih banyak yang ingat dan perhatian sama ayah. Agak siang dikit, Adelle bangun langsung meluk ayah dan cium ayah sambil bilang, ”Daddy, today is your birthday right ? Happy birthday, dad…!” Beberapa saat kemudian, Aliyya bangun juga dan dikasih tahu sama Adelle bahwa ayah sedang ulang tahun. Dengan gayanya yang sok-sok galak tapi lucu , dia ngomong ” Is it true dad, today is your birthday ??” terus abis ayah bilang ”yes”… dia langsung bilang ”ooh okay dad.. happy birthday!! (sambil meluk dan cium ayah) aduuuh ayah seneng banget deh dikasih ucapan selamat sama Adelle dan Aliyya. Kegiatan ya terus berlangsung normal, ayah kembali kerja sambil diselang baca koran while adik-adik kamu langsung main computer karena kemarinnya ayah beliin game Barbie Fashion Show. Sambil duduk ayah sempet merenung, duh ayah udah tua ya…ayah udah 36 tahun …kalo orang bilang udah hampir 40 tahun.. padahal katanya 40 tahun itu adalah fase berikutnya dari seorang laki-laki (life begins at 40 kata mereka). Terus ayah lihat adik-adik kamu yang cukup akur main sama-sama (it’s a bit strange sih sebenernya knowing biasanya mereka agak jarang betah untuk main sama-sama tanpa salah seorang dari merek ngadu ke ayah karena salah satu nggak mau sharing). Ayah lihat mereka ketawa-ketawa sampai ngakak-ngakak sama-sama, kali ini mereka bisa sharing, bisa main sama-sama. Ayah bersyukur sama Allah dikaruniai mereka yang cantik-cantik dan pintar-pintar. Seneng banget lihat mereka sehat, senang, ketawa-ketawa, sayang sama ayah. Lamunan ayah tiba-tiba dihentikan oleh mommy yang bangun agak siang. You know mommy is having really a difficult pregnancy now.. jadi ayah maklum lah kalo dia bangun agak siang…terus dia datang dan meluk ayah, sambil bilang “Happy birthday ya hun…!” ayah terus godain mommy “mana dong kadonya ??” yang dijawab sama mommy.. “aduuh hun, aku belum sempet kemana-mana nih,… belum kuat keluar rumah” (memang mommy udah sebulan ini hampir nggak pernah keluar rumah karena morning sicknessnya yang agak parah). Ayah bilang “ya udah pokoknya gue tungguin ya kadonya..”

Abis itu balik lagi ke kerjaan, nerusin bikin presentasi while mommy baca koran di sebelah ayah…yahh, begitulah keadaan ulang tahun ayah yang dari tahun ke tahun memang tidak pernah menjadi sesuatu yang big deal. Hampir tidak pernah ada kado, paling-paling kita sekeluarga pergi ke restoran dan makan malam sama-sama. Kita  nggak tahu nih ,apakah mommy mau nggak pergi ke restoran kali ini knowing kondisinya yang masih sakit seperti itu…mungkin kita pergi dinner aja sebentar. Come to think about birthday, banyak orang nyelamatin kita saat ulang tahun, tapi sebenernya kalo menurut ayah, saat kita diberi selamat itu artinya ”selamat ya kamu sudah come so far, dan ingat jatah umur kamu sudah berkurang satu tahun”. Kita memang harus mensyukuri perjalanan hidup kita, kita berterima kasih pada Allah SWT masih diberi kesempatan untuk mencapai umur tertentu namun di sisi lain juga merupakan peringatan kepada kita bahwa semakin dekat kita menuju kematian. Kalau jatah umur kita 63 tahun (rata-rata umur hidup orang asia), maka jatah hidup ayah tinggal 27 tahun lagi. Kalau jatah umur ayah 40 tahun, maka sisa hidup ayah tinggal 4 tahun lagi. Nah di sinilah ayah diingatkan untuk selalu berusaha mengisi sisa hidup ayah dengan sesuatu yang berguna. Ayah ingat waktu kamu ulang tahun yang kelima dan kita merayakannya tiga hari sebelum kamu pulang ke surga. Ya, pada saat itu ayah benar-benar merayakan lima tahun keberadaan kamu bersama kami tanpa tahu bahwa tiga hari kemudian ayah akan harus mengantarkan mu ke peristirahatan mu yang terakhir.. hidup memang penuh misteri. So, ayah juga nggak tahu berapa lama lagi setelah ayah ulang tahun ke 36 ini ayah masih akan hidup, mungkin tiga hari, mungkin empat minggu, mungkin delapan tahun… who knows ?? only God knows… so, is birthday supposed to be celebrated ? in my opinion yes, celebrated in a sense that we are thankful to God who has given us this years to live. celebrated in a sense of being thankful to God who has blessed us with so many things so far. Celebrated as a reminder that our time to die is getting closer…Kalau dilihat dari materi, jauhlah ayah dari apa yang orang katakan sebagai orang kaya tapi ayah sudah punya istri yang cantik dan baik, one pretty angel, two beautiful princesses, pekerjaan yang baik.. kalau kata salah seorang teman ayah … What else can I expect ? yup what else…. all i can say is Alhamdulillah,… thank you God for blessing me with all beautiful things in my life…No need  birthday cake, no need a party, no need fancy presents. All I need is lots of prayers for my health, and happiness in life… that’s more than enough.

Udah dulu ya liv… kamu datang dong ke mimpi ayah , hug and kiss me with your birthday wishes..I really need that, I really miss you…

Lots of loves

Ayah dicky

Can you stand any feedback given to you ??

January 6th, 2008 by dsaelan

Hi sweetie..

Udah makan belum liv ? (eh di surga juga ada lapar dan perlu makan, kan?? ). Ayah baru aja makan steak yang dibikinin sama tante Amy.Lumayan enak juga, empuk dan marinate nya cukup nyerep.

Liv, ayah kemarin baru pulang dari acara kantor di Mega Mendung yang lagi dingin banget karena hujan. Di acara itu team Ayah jadi juara satu, liv… lumayan dapet voucher Carefour walaupun jatahnya ayah, ayah kasiin buat para sekretaris di kantor. Nah di acara ini ada satu kegiatan di mana kita harus membuat thank you note dan feedback untuk orang lain. Ayah seneng dengan kegiatan ini karena dengan demikian kita bisa dapet feedback mengenai hal baik maupun hal buruk yang orang lain lihat dari kita. Herewith some of the feedbacks yang ayah dapet :

From XXX : Aku malah banyak mengenal & belajar banyak tentang pemikiran dalam hidup dari blog pak Dicky (aku suka baca your letters). It’s explain a lot tentang the way you bring up your family ‘n I really appreciate those value (keep writing ya pak…you never know berapa banyak yg terinspired dari tulisan2 mu)

Soal kerjaan, aku bersyukur punya MM mantan CD, malah aku jadi belajar banyak kombinasi sales & marketing from you.. thanks pak buat inspirasi2 nya. Cheers XXX

Dear Pak Dicky

Saya nggak punya kata2 lain selain : Terima kasih, Terima kasih, dan Terima kasih… mungki pak Dicky gak ngeh’ tapi banyak sekali guidance dan semangat yang bapak kasih ke saya… I meant what I said di testi Friendster.. and also waktu sharing session.. kalo orang bilang katanya BB-BD susah nyatu.. saya malah ngerasa jadi anak BD yang punya bapak BB.. stay cool ya pak.

                                                                                                -YYY-

Ps. Saya selalu ingat waktu di Manila nasehat bapak untuk enjoy work and learn as much as I can from Unilever

Dicky,

Last year was a lot easier for me because of your understanding.

When I feel sad, I know whon I should talk to

When I feel happy, I know whom I should share with

When I feel disappointed, I know whom I should scream to

When we all move on, I know I can count on you as a friend

                                                                                          Love

                                                                                          AAA

Dear Pak Dicky

Saya terinspirasi dengan yang ada di bapak adalah : Walaupun Bapak sangat sibuk dalam pekerjaan, tetapi tetap penuh perhatian terhadap keluarga

                                                                                           Best regards

                                                                                                  CCC

Dear Pak Dicky

Just wanna drop ‘BIG THANKS’ for your support… your learning and our discussion J.  It means a lot to me !

And keep you ‘funky’ style along with ‘nyantri’ style

Last.. proud for being part of your team

                                                                    R

Dear Pak Dicky

Terima kasih untuk sharing pengalaman di every meeting and occasion. Thanks juga untuk telah menjadi contoh selalu Shalat tepat waktu dan berjamaan, hanya sedikit WL 3 yang do this, pak. Kalau ada salah mohon maaf, pak.

                                                                       Terima kasih

                                                                                A

Pak DKY

Thanks karena sudah mau diganggu dengan pertanyaan 2 yg bodoh J

Dulu aku kira pak Dicky galak dan dingin… ternyata enggak. Pak Dicky itu Warm (nggak maksud carmuk ya…)

Satu hal yang aku mau ngucapin thank you yang luar biasa. When my 1st prez aku ngerasa dibantu dengan banyak sekali masukan dan coaching dari bapak.. and it raise my heart in the middle of my desperate moment.. thank you pak…

Tulisanku jelek bgt ya.. gpp ya…

Ya udah ya pak..

Mudah-mudahan anaknya lahir selamat dan sehat

                                                                                   A

Dear Dicky

Your commitment to develop and nurture peole is superb! The way you give assessment on XXX is a very good evidence. If you continue doing it, I believe you’ll become a true leader in the future. I expect that you’ll make a big difference while in Foods

                                                                        Love.

                                                                             L

Dear Pak Dicky

Thanks a lot for accepting me in Savoury Foods Marketing team. It’s a priviledge for me to be able to join the “fun”team.

Input : Jangan terlalu “cool” dong pak. He he he… no hard feeling

                                                                                      U

To : Dicky

From : L

Pak Dicky yang ganteng dan tidak sombong, terima kasih buat kebaikan hati , ngajakin annual conf. sehingga menambah kesibukan gue (secara gak ada kerjaan gitu loh, jadi seneng banget J )

Plus lunch2 bareng dong nanti, jangan mengkhianati lagi dengan bebek goreng sama mbak Okti, he he he..

Thanks buat everything,

Keep the ‘FUN’, ‘GARING’ & ‘GAK MUTU’ soalnya it makes other people’s life brighter. J

Nggak semua ayah masukin ke sini karena sebagian ada yang sangat spesifik dan personal/ private. Tapi it really feels good to read all of those notes… mengingatkan ayah bahwa doing good really feel goods for other people and for ourselves. Nah kalao terima feedback yang bagus sih kita seneng denger nya,.. tapi gimana kalo kita terima feedback yang nggak bagus.. can we stand the critics ? Ayah pernah mendapatkan feedback dari team bahwa ternyata banyak yang mengira, atau bahkan merasa bahwa ayah adalah orang yang galak. Suatu feedback yang terus terang mengagetkan ayah karena sama sekali ayah tidak bermaksud untuk menjadi orang galak. Ayah sama sekali tidak pengen jadi boss… ayah sangat ingin jadi coach bagi team ayah. Coach yang bisa membantu mereka mencapai apa pun yang mereka inginkan.. coach yang bisa membantu mereka mencapai tujuan. Tetapi ternyata ayah dilihat sebagai sosok yang galak, dan dingin… Masya Allah.. padahal ayah pecicilan  begini, mana mungkin bisa dibilang galak. But actually it’s a genuine and honest feedback. Ayah baru sadar bahwa banyak tindak tanduk dan kelakuan ayah yang membuat suasana menjadi angker/ menyeramkan. It’s a really a good feedback that I can use to improve myself. And as a human being, pasti lah ayah sangat jauh dari kesempurnaan, ayah perlu orang lain yang melihat dari luar dan mengingatkan apakah tindak-tanduk ayah sudah benar atau belum. Memang awalnya pasti kaget begitu mendengar feedback yang nggak enak, apalagi kalau kita tidak merasa demikian. Tapi ayah sangat-sangat menikmati dan menghargai feedback tersebut karena kita akan sangat sulit menilai kekurangan kita…

Udah dulu ya liv.. ayah mau bobo dulu…ngantuk nih liv… good night sleep tight..

Cium sayang

Ayah dicky

Who are we to judge ??

January 6th, 2008 by dsaelan

Dearest Libby ku sayang,

Kamu inget sama tante Icha kan, mamanya Echa??…tante Icha ini salah satu sahabat ayah yang paling deket. Kita berlima (Oom Aryo, Oom Jo, Oom Bondan,Tante Icha dan ayah) dulu setiap makan siang di kantor selalu bareng-bareng…terlibat ekskul, kabur bareng dari kerjaan,dll pokoknya isinya ketawa-ketawa mulu. Kamu pasti bingung kan kok cuma tante icha sendiri yang cewek… well, kamu nggak usah bingung karena walaupun di KTP tertulis jenis kelamin wanita, tante Icha ini 99% adalah lak-laki tulen dengan segala kegagahan dan kegarangannya, pokoknya semua ciri laki-laki ada pada dia walaupun seringkali dia berusaha menutupi kelaki-lakiannya dengan memakai pakaian feminine seperti rok mini, dll… Namun demikian Tante Icha dengan 1% kewanitaannya adalah sosok yang sangat penuh perhatian, baik hati, jagoan lagipula pintar. Belum lagi kekayaan dia yang luar biasa dimana sering aja tiba-tiba dia cerita “ eh tadi gue lagi beres-beres kamar ternyata nemu handphone baru yang masih di box, gue lupa kapan gue belinya…” atau lagi “eh, waktu gue buka pintu belakang rumah gue, gue nggak sadar di belakang rumah ternyata ada Taman Safari”.” Eh, waktu gue ke garasi gue nggak sadar ternyata gue punya Alphard”. Dengan kekayaannya yang luar biasa itu, Tante Icha sering berbagi dengan teman-teman, ayah nggak pernah nggak dapet kado dari dia kalo ulang tahun (eh come to think of it… cuma dia yang selalu kasih kado ke ayah setiap ulang tahun). Dia juga sering jadi tempat pinjem duit temen-temen terdekatnya yang kesulitan. Karena kebaikan dan kedekatannya dengan kita-kita ini sampe-sampe Tante Icha selalu menjadi sasaran kecemburuan banyak orang…dari mulai istri-istri kita sampe istrinya Pak J (bener nggak cha ?? ha ha ha). Tapi dia emang terlalu pecicilan sih jadi aja dicemburuin…

Nah, surat ayah kali ini memang bukan pengen cerita tentang Tante Icha yang nggak penting itu. Tapi ada yang lebih penting yaitu mengenai ”Judging People”. Kamu mungkin tahu ya liv, kita sebagai manusia seringkali punya kecenderungan menilai orang lain. Menilai orang lain itu jelek, menilai orang lain bodoh, menilai orang lain munafik, menilai orang lain jahat, walaupun nggak selalu menilai hal yang jelek-jelek aja sih. We, as human being, can not contain ourselves from judging others….apa aja mengenai orang lain dianalysis dan dikomentarin. Balik lagi ke Tante Icha… jadi tante Icha ini setelah memiliki stempel/stigma sebagai anak urakan/ ancur, dll. Ini pun karena orang yang menilai dia seperti itu. (emang salah dia sendiri sih yang bikin stigma seperti ini… ha ha ha) memutuskan untuk memakai jilbab… Alhamdulillah…. Eh seperti yang sudah diperkirakan sebelumnya… heboh lah seluruh dunia, gimana Icha yang sangat ancur itu bisa memakai jilbab… mulai lah orang cari tahu apa motif dari pemakaian jilbab itu… walaupun tentunya hampir nggak mungkin lah menemukan motif utama dari keputusan itu karena hal itu merupakan suatu hal yang sangat pribadi dan cuma tante Icha yang bisa menjawab. Mulai lah orang-orang kasak-kusuk cari tahu, ada yang mulai membuat analysis and assumption

1.Mungkin Icha pake jilbab biar orang nggak nyangka lagi dia adalah laki-laki

2.Ooh Icha sekarang mungkin sudah masuk Islam….

3.Mungkin biar tidak menjadi sasaran sexual harassment para laki-laki tidak bertanggung jawab yang bilang ”My Mummy is yummy lah”, atau ”Paru-parunya sehat” lah…dll..

4.Mungkin pengen merubah image ancur nya

5.Mungkin karena jilbab lagi ngetrend sekarang

Pokoknya banyak lah assumsi-asumsi yang beredar di masyarakat lengkap dengan komentar : ”mudah-mudahan dia istiqamah”, ”semoga dia ngga cuma ikut-ikutan doang”, ”Nggak ngaruhlah kalo udah ancur mah ancur aja” dan segala macam komentar yang dari mulai simpatik (sopan) sampe yang melecehkan keseriusan tante Icha. Setiap hari tante Icha selalu ditanyain orang ” Kenapa loe pake jilbab?” dia minta saran sama ayah gimana jawabnya ” ayah bilang jawab aja ” Karena gue bisa”.. abis perkara kan… see how people is so nosy about other people’s business. Mereka mempertanyakan keputusan tante Icha, mereka menyangsikan keseriusan dia, mereka menyangsikan ketahanan tante Icha pake jilbab, sebagian malah mencibir… ”hiih munafik, kelakuan masih gitu aja sok sok an pake jilbab”… why suddenly do they so care so much about her ?? kenapa pula mereka mempertanyakan hal-hal itu ?? so what kalau tante Icha memang munafik ? so what kalau tante icha memang cuma ikutan trend ? so what kalau dia memang nggak serius ?? so what ? so what? Jauh-jauh hari ayah bilang sama tante Icha bahwa keputusan untuk pake jilbab harus datang dari hati yang paling dalam dan it shouldn’t come from external pressure. Nggak ada artinya pake jilbab hanya karena takut dibilang ancur, pengen dibilang shalihah, pengen dipuji orang, takut dicibir orang kalo pake rok mini dan baju kutung mulu. Pake jilbab sebaiknya adalah ”karena hati saya ingin berbakti kepada Allah SWT”. Resiko untuk memakai atau tidak memakai jilbab pasti ada… selalu ayah bilang kan ”in every choice there are consequences.” salah satu resiko adalah ya itu bagaimana orang menilai kita (other people judging us).. padahal kalo dipikir-pikir who are we to judge ?? apakah dengan memakai jilbab kita pasti masuk surga ? apakah dengan tidak pake jilbab kita pasti masuk neraka ?? siapa yang tahu kecuali Allah SWT. Ayah ingat hadits mengenai cerita pelacur yang memberi minum anjing dan kata Rasulullah pelacur itu adalah ahli surga… siapa yang tahu.. Who are we to judge ??? memang benar kita harus berusaha memperbesar kemungkinan dengan berusaha mengikuti aturan atau perintah Allah, tapi at the end of the day.. cuma Allah SWT yang tahu. Nah kalaupun tante Icha suatu saat memutuskan untuk tidak memakai jilbab lagi, ayah masih sangat menghargai keputusan dia, karena ayah tahu keputusan itu pasti mengikuti kata hatinya. Paling tidak ada masa dimana dia memperbesar kemungkinan masuk surga dengan memakai jilbab untuk berbakti kepada Allah SWT. But then again, who knows….0ne thing for sure, i think we don’t have the right to judge other people.. because we DON’T know (makanya jangan sok tahu….). Maka dari itu (makdartu… halah), ayah cuma kasih saran ke tante Icha…”biarkan siapapun menggonggong….loe harus tetap berlalu”. Stay firm with your decision, whatever it is…(Way to go, cha !! I admire your courage to follow your heart and go against all odds)

Udah dulu ya liv, kita lagi di bandung nih, mau pulang ke Jakarta… nanti kita ngobrol lagi ya…

Miss you very very much..

Ayah dicky

Paris Je t’aime

January 5th, 2008 by dsaelan

Hi sayangku libby,

Lagi apa liv ? sekarang tanggal 21 November 2007, mommy dan ayah baru sampe di Paris nih…kita tadi dari London jam 10.30 naik Eurostar. Hujan yang selama ini mengguyur London, sebelnya hari ini malah nggak datang dan cuaca sangat cerah. Wa willy nganterin kita ke St. Pancras station pake tube.. it was actually very convenient.. walaupun agak penuh karena pas jam orang berangkat kerja. Kita sampe di St.Pancras a bit early sehingga kita sempat duduk dulu di stasiun lokal di lt.2. Ayah pikir kita bisa duduk2 dulu,ngopi di cafe atau lihat-lihat toko stasiun, ternyata belum ada apa-apanya… St.Pancras memang baru sekitar 2 minggu diresmikan menjadi stasiun Eurostar sehingga belum banyak toko2 yang dibuka. Mommy sempet beli sandwich dan biskuit di Marks & Spencer’s tapi nggak ada tempat duduk !! makanya kita naik ke lt. dua which is sebenernya merupakan platform local train. St.Pancras station cukup besar dan kelihatan cukup tua juga. Setelah menunggu sekitar 1 jam akhirnya kita naik ke Eurostar. Karena pertimbangan budget dan benefit yang bakal didapat, kita settle dengan kelas 2 aja bukan first class. Beda harganya cukup banyak,.. lumayan kan… sementara kita pikir kelas dua juga kelihatannya sih cukup nyaman. Dan begitu kita naik ke cabin, memang cukup nyaman (walaupun kalau menurut ayah sih Argo Gede nggak kalah lah interiornya). Begitu jalan, barulah berasa bedanya Eurostar dengan Argo Gede karena di EuroStar nggak kerasa kereta jalan di atas bantalan… (gejek, gejek nya sama sekali nggak kerasa). Cuma agak kerasa ketika kita mulai masuk ke bawah tanah/terowongan, di mana kepala/ kuping agak kerasa pekak (karena mungkin kabinnya nggak pake pressurized cabin seperti di pesawat).

Perjalanan dari London ke Paris, melewati padang-padang rumput dan ladang-ladang pertanian sepanjang perjalanan. Nggak kerasa dalam dua jam kita sudah tiba di Gare du Nord di Paris. Celingukan nggak ngerti kita musti kemana karena ayah pikir kita musti ngelewatin custom dulu seperti halnya setiap saat kita memasuki wilayah suatu negara, tetapi ternyata nggak ada custom yang musti kita lewati. Mommy pengen pipis dulu, eh ternyata harus bayar liv… 1 euro untuk buang air kecil dan 2 euro untuk buang air besar… wadddooh… kayak di indonesia aja…mana mahal lagi.. masa sekali pipis musti bayar 13 ribu rupiah….ya udah ,gimana lagi. ntung ayah ada 1 Euro uang kembalian waktu beli karcis Euro Star di Jakarta. Abis itu, ayah tukerin Poundsterling ke Euro di tempat penukaran uang… sialnya Euro lagi naik, jadi rugi deh.. lalu ayah juga sempetin ngambil uang di ATM, karena takut kurang. Tadinya mau naik Metro aja menuju hotel, biar ngehemat. Tapi karena semuanya dalam bahasa perancis (beli tiket aja nggak bisa) daripada nyasar nggak karuan bawa-bawa koper akhirnya kita putuskan untuk naik taxi aja. Setelah antri sekitar 30 menit kita naik taxi dari stasiun ke hotel di Rue Montorgueil. Sebenernya kalau lihat di peta, nggak terlalu jauh dan tinggal lurus aja dari stasiun ke hotel tapi mungkin karena banyak jalan satu arah jadi kerasa kayak muter-muter (biar nggak suudzon sama supir taxinya kita mikir gitu aja deh…). It cost us sekitar 10 euro (okay lah..). Hotelnya ternyata sangat2 kecil.. jauh dari yang kita bayangkan, padahal hotel ini adalah bintang empat. Hotelnya cuma punya 20 kamar dan terletak di jalan yang penuh dengan sidewalk cafes ala Paris. Sebelum berangkat Mbak Anti yang tinggal di Perancis bilang bahwa area ini adalah area yang chic dan relatively cukup mahal. Kamarnya sempit.. walaupun sebenernya cukup cozy sih…untungnya kamar mandinya hampir sama gedenya dengan kamar tidur..he he he…ayah reserved hotel ini lewat internet dan dibilang lokasinya paling tengah kota, paling deket ke Musee d’ Louvre (tujuan utama ayah di Paris). It’s walking distance from the hotel to some of most interesting places in Paris (walaupun sebenernya ya jaraknya cukup jauh juga lah buat ukuran orang melayu kayak kita yang parkir aja pengennya selalu di depan pintu masuk.)

Setelah istirahat sebentar, kita nggak mau menyia-nyiakan waktu yang sangat singkat ini untuk jalan2 di Paris (selain karena lapar juga). Tujuan utama hari ini adalah shopping di Gallery Laffayatte. Kita memutuskan untuk jalan dari hotel, selain dekat juga sambil menikmati suasana kota Paris yang menurut ayah sangat cantik. Selain itu juga cari-cari restoran yang cocok dengan kita (enak dan halal… selain nggak terlalu mahal tentunya). Kita nggak mau kejadian di London dimana kita akhirnya wasting foods karena memesan babi nggak mau kejadian lagi. Setelah berjalan sekitar 200m kita memutuskan untuk berhenti di sebuah steak house. Cukup enak juga steaknya (nggak tahu memang enak atau karena lapar kali..) dan suasana Paris nya sangat terasa… romantis banget… padahal masih sore.. ha ha ha… oh ya, cuaca di Paris hari ini cerah sekali, walaupun menurut ayah lebih dingin dibandingkan dengan London, sepanjang jalan mommy dan ayah pelukan (karena dingin, dan berasa romantis aja di paris… he he he..). Setelah berjalan sekitar 30 menit akhirnya kita sampe di Gallery Laffayatte yang letaknya di belakang Gedung Opera Nasional yang sangat cantik. Gedungnya seperti gedung buatan Romawi (jangan2 memang buatan Romawi ya..) Kita sampai di sana sekitar jam 6 dan suasana nya sama seperti di London kayak udah malem banget. Karena sudah mendekati Christmas, daerah itu sudah dihiasi dengan lampu-lampu yang indah….. very nicely illuminated. Gallery Laffayette terbagi menjadi dua gedung utama yang dipisahkan oleh jalan. Yang satu untuk perempuan, yang satunya lagi untuk laki-laki. Kedua gedung disambungkan oleh jembatan penghubung. Barang-barang yang ada di G.Laffayette adalah first class branded items. Cuma ya itu harganya memang mahal-mahal ya… bukannya nggak sadar bahwa branded items itu memang mahal tetapi setelah dibandingkan barang-barang yang exactly the same dengan yang ada di Jakarta, harganya ternyata sekitar 20% lebih mahal…dan ternyata sebagian besar juga tokh ada sudah ada di Jakarta. Walhasil nggak beli apa apa deh… eh itu mah memang ayah pelit aja kali ya??? Kita pulang ke hotel karena tokonya mau tutup jam 20.30. Balik ke hotel jalan lagi lewat jalan yang lain karena mommy mau cari duty free shop (Paris Look) yang dia inget ada di sekitar G.Laffayette. Ternyata took itu memang ada di deket situ dan kita putuskan untuk datang ke situ lagi nanti untuk lihat-lihat. On the way to the hotel, kita pick up waffle yang dijual di pinggir jalan.. lumayan juga. Satu hal yang ayah perhatikan adalah sopan santun berlalu lintas di sini ternyata jauh lebih jelek dibandingkan dengan di London, di sini orang nyetir kayak di Jakarta, liv..mana klakson bunyi melulu.

Wah, liv, cape deh perjalanan hari ini dari mulai London sampe jalan-jalan (literally jalan di Paris). Besok tujuan utama kita adalah Musee d’ Louvre dan Eiffel Tower).I’m really excited !! See you tomorrow liv… ayah mau bobo dulu… cape banget nih, good night liv, sleep tight…

Cium sayang

Ayah dicky

Mommy is pregnant again !!

December 29th, 2007 by dsaelan

Hi my sweetheart…

How have you been liv ? Just wanna break the news to you that mommy is pregnant again (apparently our honeymoon in London and Paris was successful.. ha ha ha). So, you’re gonna have another siblings (let me know liv whether it’s gonna be a boy or a girl). To be honest, mommy is not really keen with the pregnancy since she felt that we already have enough daughters and she feel that she’s too old already. But it’s me who wanted one more. Before mommy and I got married, everytime we discussed about the future family that we’re gonna have, I always said that I wanted three children in my family. The reason being, I just felt that three children is still manageable financially and on the other hand it’s also going to be quite merry having three kids. Three kids will make the family “jadi rame”. “Rame” with the laughters, with the talking, etc. and not too mention that when we got old, we still have somebody left behind in the family to accompany us (I don’t want when I retired, all of my kids are having family already and leave two of us at home.. he he he..). It’s should’ve been perfect with you, Adelle, and Aliyya around but since you went home to heaven earlier, I want to keep my wish by having another kid to make three kids around the house. So it’s not because that I wanted a boy in the family as when a lot of people keep telling us to have another kid. To me having a boy or a girl would be the same (knowing my naughtiness during my childhood, I always worry to have a boy in my family… afraid that “karma” will haunt me and my boy will be as naughty as me when I was a boy and give me a lot of headaches… he he he…). If you’re still here with us, I could imagine my three daughters will grow to become three beautiful, smart, and kind girls. You will be leading and giving guidance to your little sisters as you’re guys growing up (you always did when you were still alive). Ah well, it won’t happen… but I’m sure that you will give guidance to your little sisters from heaven through their dreams as Adelle and Aliyya keep telling me about them having dreams about you.

Mommy’s current pregnancy seems a lot tougher than the previous ones. Now mommy is in 6th week and she always complain of having back ache and her morning sickness now does not happen in the morning only but all the time….. (aduuuh ripuh banget deh liv hamil yg ini…). Mommy always asked me to massage her back… (dan ayah nggak boleh cape… he he he…).To be honest, I feel sorry for her since I was the one who wanted this pregnancy and she seems very tough having it now. Btw, she always wanted to eat sushi and sashimi but I told her that sushi is not good for the pregnant woman (for the fetus, since raw fish can contain a lot of mercury and bacteria). And she also wanted duren !! We haven’t been to an obgyn (we are still looking for a good one in Jakarta, most probably we are looking for a doctor who practice in RSPI, and preferably a woman obgyn although oddly enough, apparently not too many woman’s obgyn around… I wonder why…)

Ngantuk nih, liv… doain mommy ya supaya kehamilan nya lancar, sehat terus, nanti adik kamu lahir dengan selamat, panjang umur, bisa tumbuh cantik/ cakep, pinter, baik kayak kamu…jadi anak yang shaleh/ shalehah..

Miss you very much….

Ayah dicky

London is very Expensive city

December 23rd, 2007 by dsaelan

Hi hunny,

How are you doin, Liv ? I wanna continue my story of our trip to London. On the third day we were in London, we were planning to use tube the whole day to go to anywhere inLondon. We were planning of going to some places that we missed yesterday. Our London’s Big Bus tour ticket is still valid till today, so we still can use the bus to go around the city. Wa ibu was going with us. Early in the morning we have planned where to go first, then next, then next, because we wanted to maximize our time in London. We bought day pass tube ticket so we can go on and off the tube whenever we want and wherever we want.. Our first destination was Maddame Tussaud. We already bought the ticket for 17 Pounds each yesterday when we bought the Big Bus ticket. We got off in the Baker Street station and just walked from the station to M.Tussaud which is located only about 25 meters from that station. Wa ibu bought the ticket for the most popular touris attraction in London (so that the ticket sellers said yesterday) in the ticket counter for 30 pounds (almost Rp 600 thousand !!). Good thing we have bought the tickets in Big Bus with discounted price. We have heard that anything in London is very expensive but I don’t have any clue, that it’s not only expensive,… it’s VERY expensive… We were in Maddame Tussaud for about one hour and half. Then we went to the biggest toy store in London, Hemley’s which is located in Regent Street. We didn’t buy anything there for three reasons, 1) again, it’s very expensive prices, 2) almost anything there we can easily find in Jakarta or Singapore at worse, 3) we still have to go to Paris and we didn’t want to carry too many things on the way there, especially knowing that we are taking train tomorrow. Wa ibu went home straight from the toy store since she has to pick up Laras and fadhlan from the school in the afternoon. Mommy and daddy continued our journey on another worse rainy and cold London weather. We went back to Oxford street station to go to Harrods (the most famous Shopping center owned by Dodi Al Fayed). Again, everything there was very very expensive. Almost all the brands are available in Indonesia, although the collection was more complete. We only bought some toys for Adelle and Aliyya. The Christmas spirit has started to be felt there in Harrods. A lot of people seems doing Christmas shopping already. Anyway, at least we got off the stores with some big shopping bags from Harrods in our hands. Feel like rich people… ha ha ha…We then took tube to go to Piccadilly Circus station. Mommy wanted to have lunch and I remember there are some restaurant near Leicester square, at least there is KFC (which we had dinner on the first night). Innitially, we were going to have steak for lunch, but after considering 50 Pounds steak per person, we felt that it’s just not worth it to have it (beside mommy wanted rice already… dasar orang melayu ya nggak berasa makan kalo nggak ada nasi). So, we ended up having lunch in Chinese restaurant nearby. Mommy ordered peking duck, while I ordered prime ribs. Turn out the portion is so huge that we couldn’t eat it all… and the prime rib that I ordered apparently was pork !! It was the second time we ordered pork and ended up wasting it !! We took the left over home. After having the lunch we continued browsing along Regent Street up to Oxford street. Stop in some of the stores along the way but again the prices stopped us from buying anything. We went all the way down the Oxford street toward Marks Spencer’s biggest store in the world (so they say…) we stopped by in Disney’s Store… It’s a paradise for little kids.. you would have loved it, liv !! All the princesses costumes were there…. I really like a costume of a new movie called “Enchanted”.. but it costs 125 pounds (2,5 million rupiah for a costumes ??? hhmmm, I don’t think so). Despite our drool on the stuffs there but because it’s outrageous price, we only bought some High School Musical stuffs. They are still expensive… but we figured Adelle and Aliyya would love them (your sisters really love High School Musical and all merchandise about it). We went home at 18.30, after too much of walking and not enough of shopping… hik hik hik…..London is very expensive city, Liv (payah ya kalau jadi turis kere kayak mommy & ayah… he he he…)…. But I like it anyway.. Wish you were here with us liv, visiting your bestest buddy, laras… tomorrow we are gonna go to Paris…

Lots of loves ayah dicky

Sebelas January (11th Wedding Anniversaries)

December 6th, 2007 by dsaelan

Hi Libby,

What’s up sweetie pie ? I wanna interrupt my story about my trip to London with something very important. Today is mommy’s & daddy’s 11th wedding anniversary. Yup next January will be my 11th januaries I spent with mommy as my wife. I just want to use this occasion to reflect and tell you how lucky I’am, having your mom as my wife as the mother of all my children. She’s really an amazing woman. I couldn’t have enough words to tell stories about her greatness… she’s simply the best for me….

Let me start with the story of how we met and how we became a true partner in crime till now…forever…. and ever…Mommy and I met the first time in Unpad’s volleyball’s court ?? in front of Aula Unpad in Dipati Ukur. It was 16 years ago during UNPAD’s OPSPEK. Mommy was running because she was late, she was wearing white blouse and white skirts, two ponny tails, with couple of ribbons in her hair. She was pretty but to be honest, I wasn’t really attracted to her, knowing that in my eyes (at that time) all pretty girls are materialistic (Semua cewek cantik = MATRE !! ha ha ha), beside she wasn’t really my type either.. she was a bit bitchy (judes ! syape loe ???… that’s what I thought at that time, ha ha ha)…. But I was happy that I found out that she was in the same major as me (international relations).. so at least we have pretty girls in our classroom…

Later we became good friends, mommy was Tante Emeh’s friend in high school and Tante Emeh was Oom Thanon’s friend while Oom Thanon was my friend in high school.. so to cut the story short, we became best friends (among 8 other friends : Oom Thanon, Tante Emeh, Tante Olla, Oom Dikky Panjul, Oom Andit, Tante Mega, Oom Bombom, Oom Ogie and plus Oom Deddy Morded). We were notorious group of hedonistic beautiful people (ha ha ha) in the campus. Well, Mommy, Tante Olla, Tante Emeh, and Tante Mega were the kembangs of the kampus…the pretty ones (of course there were some other girls who were also pretty but they were among the popular ones). And during our first year of college, we always played around, hang around in Gelael (eat in KFC) , we went dugem in SE, watched movies together, had dinner together, went to subang, went to Puncak, went to Pangandaran, went to lembang, etc… it was all played, played and played… ha ha ha…as if we have nothing to worry… the group was known as The Cerdas Jaya group… a lot of people in the campus looked cynically to us… because as if all that we cared about was playing and having fun… well they were’nt totally wrong either… ha ha ha… all that we care about was really having fun… but yet we still get good grades… of course except oom panjul and Oom Bombom (sorry nya Nyul & Bom…) our GPA were still above 3 in our first year of college, in fact I was having one of the highest GPA in the class. Almost all of the girls on the group at that time were having relationship (including mommy… darn !!) but all of them were in the process of breaking up (bener nggak sih ??? ha ha ha… jangan2 gue ngarang).

Along the way…, on March 15, 1992, I declared my love to mommy in mommy’s house in Jl.Ciremay… (ha ha ha…nyalip di tikungan). But we kept it secret to other group members… until we finally announced it to everybody.. but you know when some people in the group are having relationship then of course it will affect the others. Cerdas Jaya was sort of falling apart… there were distances in some of the members for a while, until everything went back to normal again toward end of our college years.

Mommy and daddy were inseperable at that time… you could almost see us together wherever we went. We were like siamesse twins… ha ha ha…We watched movies almost every Tuesday because that’s when new movies coming out at that time in Studio 21. we didn’t go to clubs or disco that much…. Because both of us don’t drink alcohol and we were lousy in dancing… but very often I treated mommy to Glosis or Tizi’s which are the top restaurants in Bandung at that time…. Or just went to Cisangkuy for a glass of yoghurt… most importantly, we were always together…We spent the college years together… literally everyday..

Did we fight ? of course.. being a jealous and insecure guy (knowing that I’m not that handsome, not that macho, not that rich, not that smart, etc) I always have a strong jealousy toward any guy who tried to approach mommy (mommy had so many fans at that time… huuuhh!!), so most of the fight was started because of my jealousy. I remember one time mommy got so mad that she broke glass of her house’s front door with her fist (now that foolish act of course cause her to bleed etc)… now you see how she could get really angry… hiii syerem. but we always settled the fight in less than three days…we could barely far away from each other. In the process, I turned mommy into a typical girl that I like….the way she dress, the way she talk, the way she behave… (nggak bener ya ?? he he he…). She transformed herself into a gracious &; elegant girl … or I should say I turned her into a lady (ha ha ha….) Despite of our fights but our relationship was mostly filled with loves and laughs…not so much of tears…

Then, after having steady relationship for about 4 years, after I graduated from the college and got good job in Astra Internasional, Uti asked me, how serious I was with mommy and asking what to wait till we get married. Otherwise she would give mommy to other guy… ha ha ha… So I answered that I was really serious and planning to make her accompany me for the rest of my life. So we planned for the engagement time (or in this case, more of a lamaran) on August, 1996. We set the date for the marriage on Saturday night, December 7, 1996. So after short preparation, since both mommy and I were working at that time in Jakarta, we got married in Secapa Bandung (at that time, that’s the biggest hall that we could use for 1200 invitees). Mommy was really really pretty on the wedding day…she was wearing green kebaya and I was wearing green beskap, the color theme was green (come to think of it, I couldn’t recall why we choosed green as our color theme…). Mommy was having her period on that day !! (darn !!). As I have told you, we didn’t have honeymoon since I have to start working in Unilever as management trainee the following week.

Now of course I wouldn’t be able to tell you day to day stories of our marriage. But what I can tell you is that I don’t feel any less love toward her (if only not increasing)…. I love her as much as when she was my girlfriend (again if not more). We still fights (now mostly about money… ha ha ha)… but we still fill our marriage with loves (lots and lots of loves) and laughs…we take and give, we compromise… if one of us got mad, one of us will be quiet so there were hardly big fights in 11 years of our marriage.Within 11 years of our marriage, of course so many things have happened,…. happiness as well as sadness (the worst sadness of course was when you left us)… but we learn to use the principle of “Berusaha, Berdoa, Bersyukur, dan Bersabar” . We try and work hard for everything we do, we pray to God to bless us with the best result, we are thankfull if God give us what we think good for us, and we are patience when God give us something which we feel bad for us. Mommy has been really the best partner for me sailing through the current and waves of life.She’s always there through the best and the worst time of my life.She has given me three beautiful daughters… I wouldn’t be able to live without her….she’s my half….she’s simply THE BEST !! ((I love you very much shaney….thank you for always being there for me, thanks for being patience with my childishness, my ignorance,….please accompany me till the end of my life).

Sebelas Januari Bertemu
Menjalani Kisah Cinta Ini
Naluri Berkata Engkaulah Milikku
Bahagia Selalu Dimiliki
Bertahun Menjalani Bersamamu
Kunyatakan bahwa Engkaulah jiwaku

Akulah Penjagamu
Akulah Pelindungmu
Akulah Pendampingmu
Di setiap langkah-langkahmu
http://www.free-lyrics.o

Pernahku Menyakiti Hatimu
Pernah kau melupakan janji ini
Semua Karena kita ini manusia

Akulah Penjagamu
Akulah Pelindungmu
Akulah Pendampingmu
Di setiap langkah-langkahmu

Chorus:
Kau bawa diriku
Kedalam hidupmu
Kau basuh diriku
Dengan rasa sayang
Senyummu juga sedihmu adalah Hidupku
Kau sentuh cintaku dengan lembut
Dengan sejuta warna

Let me know liv if you want to ask something from me.. Gotta go now…good night Libby.

Love you always

Ayah dicky