everything happens for a reason?
May 24th, 2008 by dsaelanDearest Libby,
hi my sweetie pie… apa kabar di surga liv? seperti biasa ayah kelamaan nggak nyempetin ngobrol sama kamu liv.. maafin ayah ya..
ayah baru ngobrol sama temen ayah yang lagi sedih banget karena ibunya stroke dan lumpuh sudah sekitar 3 bulan, dokter mengatakan tidak ada harapan lagi buat ibunya untuk sembuh sehingga menyarankan temen ayah untuk mengambil ibunya dari rumah sakit dan dirawat di panti jompo saja sambil menunggu nasib dari Tuhan. Sementara itu ayahnya juga sakit cukup parah di rumah sakit. Temen ayah itu berkata bahwa sebagai orang beragama dulu dia percaya bahwa “everything happens for a reason”, tapi sekarang melihat kondisi ibu-bapaknya yang menderita cukup lama, dia mulai mempertanyakan keputusan Tuhan. Mulai mempertanyakan kenapa Tuhan memperlakukan kedua orangtuanya dengan demikian padahal mereka adalah orang yang sangat baik, orang yang taat beragama. Kenapa tuhan membuat orangtuanya menderita. What reason could it be treating them that way??
Ayah juga termasuk orang yang sangat percaya dengan pendapat “everything happens for a reason”. Ayah sangat yakin bahwa Tuhan sangatlah pintar, sangatlah bijaksana sehingga tidak mungkin membiarkan sesuatu terjadi tanpa ada alasan yang jelas. Dalam QS 2:216 Tuhan berkata bahwa ” Boleh jadi kamu amat membenci sesuatu padahal sesuatu itu amat baik bagimu, boleh jadi pula kamu amat menyukai sesuatu padahal sesuatu itu amat buruk bagimu, sesungguhnya Tuhan mengetahui dan kamu tidak mengetahui”. Artinya banyak hal-hal di dunia ini yang tidak kita mengerti, tetapi sebagai orang beriman ayah berusaha untuk menerima pernyataan bahwa Tuhan telah merancang segala sesuatunya dengan sangat baik, hanya saja akal dan perasaan kita yang tidak cukup pandai untuk mengerti alasan Tuhan tersebut.
kalau melihat ke belakang, ayah juga sempat bertanya apa salah Libby yang belum punya dosa untuk dipanggil pulang secepat itu. Kenapa Tuhan tidak memberi kesempatan kepada Libby untuk menikmati hidup di dunia ini. Apa salah ayah & mommy, padahal kami berdua adalah orang yang baik-baik, selalu berusaha menjalankan perintah dan menjauhi larangan Nya. What were God reasons to take you away ? tapi kemudian yang ayah sadari adalah God actually doesn’t need reason to do that for God is the owner of everything in this entire universe. Terus kalau dipikir lebih jauh reasons itu mungkin:
1. Allah SWT sangat menyayangi kamu sehingga Allah SWT tidak membiarkan kamu berbuat dosa yang bisa membuatmu masuk neraka. Allah SWT ingin memastikan bahwa kamu adalah ahli surga seperti janjiNya yang menyatakan bahwa anak2 yang meninggal sebelum balig akan dijamin masuk surga.
2. Allah SWT menguji kami semua untuk bersabar sehingga ayah dan mommy bisa jadi orang yang shaleh karena salah satu tanda orang shaleh adalah yang mendirikan shalat dan sabar.
3. Allah SWT menunjukkan kepada kita bahwa kita semua kecial di dunia ini
wah pokoknya kalau dipikir-pikir banyak banget alasan yang bisa membuat Allah SWT mengambil keputusan untuk membuat Libby meninggal di umur 5 tahun. Memang ayah tidak akan pernah tahu alasan sebenarnya tetapi ayah sangat yakin bahwa kepulangan kamu ke surga sama sekali bukanlah tanpa alasan. bukan sesuatu yang kebetulan belaka…
nah,kepada teman ayah tadi, ayah katakan bahwa “reasons” atau hikmah kejadian itu mungkin bukan orang yang mengalami tapi justru untuk kita yang ada di sekitarnya. ya itu, dalam kasus kamu, hikmah itu mungkin lebih untuk ayah daripada untuk kamu. sama juga dengan teman ayah tadi, mungkin hikmah sakit orangtuanya itu lebih untuk dia sehingga memberi kesempatan kepada dia untuk lebih merawat dan menyayangi orangtuanya. sakitnya mereka memberikan peluang kepada dia untuk berbakti dan mendapatkan pahala dari baktinya itu. kedengerannya memang klise, tetapi kita memang harus selalu berusaha positif dan bersabar dengan kejadian yang menurut kita kurang menyenangkan. Ayah berusaha mengembalikan kepercayaan dia bahwa everything really happens for a reason. we just don’t know it….We have to believe that everything has been writen in “the big book” (lauhim mahfuz)
udah dulu ya liv, ngantuk nih.. mommy minta dipeluk mau tidur…
love you soooooo much
ayah dicky